alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

MATARAM-Tenaga Kerja Indonesia (TKI) NTB memberikan kontribusi positif bagi devisa negara. Sepanjang 2019, mereka mengirim Rp 369 miliar lebih kepada keluarga di kampung halaman. ”Remitensi buruh migran kita cukup tinggi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi (Disnakertrans) NTB HM Agus Patria, pada Lombok Post, Minggu  (19/1).

                Remitensi terbanyak dikirim para TKI asal Lombok Barat dan Kota Mataram. Pada sementer satu 2019 para TKI mengirim remitensi Ro 43,2 miliar lebih. Semester dua mengirim Rp 127,3 miliar lebih. Disusul TKI asal Sumbawa mengirim Rp 34,5 miliar lebih pada semester satu dan Rp 71,6 miliar lebih pada semester kedua.

Daerah ketiga yang paling banyak remitensi adalah TKI asal Bima. Mereka mengirim Rp 17,9 miliar di semester satu dan Rp 44,1 miliar di semester dua tahun lalu. Sedangkan Lombok Timur dan Lombok Tengah yang menjadi kantong TKI masih kalah. ”Mereka bekerja di negara-negara Timur Tengah dan kawasan Asia Pasifik,” katanya.

Besarnya sumbangan para TKI bagi daerah dan negara membuat mereka dijuluki pahlawan devisa. Uang tersebut dikirim ke kempung dan dibelanjakan keluarganya. Sehingga berpengaruh pada perekonomian warga di daerah tersebut. ”Kami harapkan uang yang dihasilkan di luar negeri dimanfaatkan untuk hal yang produktif,” ujar Agus Patria.

Besarnya sumbangan TKI bagi devisa negara menuntut pemerintah memberikan perlindungan maksimal. ”Segala upaya sudah dilakukan pemerintah untuk melindungi buruh migran kita,” katanya.

Hanya saja, selalu ada oknum-oknum yang berupaya memberangkatkan TKI secara non prosedural. Akibatnya negara tidak bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap mereka. ”Tahun lalu 2.045 orang TKI bermasalah dideportasi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, jumlah penempatan TKI NTB tahun 2019 mencapai 23.843 orang. ”Upaya penyelundupan 269 orang TKI non prosedural berhasi kami gagalkan,” katanya.

Terpisah, Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah menekankan, besarnya sumbangan devisa TKI harus diimbangi perlindungan dari negara. ”Mulai dari pelayanan pemberangkatan hingga perlindungan di negara tujuan harus lebih optimal,” tegasnya. (ili/r5)

Remitensi TKI Asal NTB 2019

Daerah                                                               Remitensi

Kota Mataram/Lombok Barat             Rp 179,5 miliar

Lombok Tengah                                           Rp 25,1 miliar

Lombok Timur                                              Rp 4 miliar

Sumbawa                                                         Rp 106,1 miliar

Dompu                                                               Rp 62,1 miliar

Bima                                                                    Rp 1,6 miliar

Total                                                                    Rp 369,4 miliar

Sumber : Disnakertrans NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks