alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Awas, Nyamuk DBD Menggila

MATARAM-Nyamuk aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBB) menggila. Sepanjang 2018, tercatat 108 orang warga dirawat intensif karena gigitan nyamuk menakutkan ini.

“Saat ini ada tiga kelurahan yang masuk zona merah DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi, kemarin.

Tiga kelurahan itu adalah, Jempong, Sapta Marga, dan satu kelurahan di Kecamatan Sandubaya. Sementara kelurahan lainnya masuk zona hijau dan putih.

Usman menegaskan, pasien DBD yang mendapat rujukan dari puskesmas ditangani Rumah Sakit Kota Mataram. Pasien yang tidak memiliki biayaperawatannya ditanggung pemerintah. “Intinya, pasien DBD wajib ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Usman dengan jantan mengaku gagal menekan angka DBD di Kota Mataram. Bahkan penyuluhan yang dilakukan di tiap kelurahan dianggapnya tidak terlalu ngefek. “Untuk foging, kita tetap programkan di masing-masing kelurahan,” bebernya.

Hanya saja, lanjut Usman, fogging tidak membuat jentik nyamuk mati. Hanya membunuh nyamuk dewasa. “Kalau jentik bisa dibunuh pakai abate. Kalau mau silakan ambil di Puskesmas. Semuanya gratis,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Tanjung Karang Lalu Budiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menangani sepuluh warga yang positif DBD. “Mudah-mudahan tidak lagi ada penambahan orang terkena DBD ini,” harapnya.

Proses penanganan DBD, kata Budiawan, bisa langsung di rumah sakit. Tapi, jika warga ingin ke ke puskesmas juga tetap ditangani dengan maksimal. “Kalau fasilitas tak memadai, baru kita rujuk ke rumah sakit,” sebutnya.

Untuk menekan kasus DBD, pihaknya mengaku tetap memberikan penyuluhan keliling terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada warga. Bahkan hari-hari posyandu kerap dimanfaatkan untuk sosialisasi pencegahan DBD. “Kita juga sudah memberikan abate ke masyarakat,” sebutnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks