alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Puluhan SHM Sekaroh Dicabut

MATARAM-Kasasi Tata Usaha Negara (TUN) terhadap keberadaan SHM di Hutan Sekaroh dimenangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Putusan ini sekaligus menggugurkan keabsahan puluhan SHM di kawasan Hutan Sekaroh, Lombok Timur (Lotim).

Di kasus ini, ada 13 pemilik sertifikat yang mengajukan gugatan TUN melalui PTUN Jakarta kepada Kementerian LHK. Dasar gugatan terkait lokasi lahan yang masuk wilayah Hutan Sekaroh, di Lotim.

Perkara bergulir hingga tingkat kasasi di MA. Salah satu penggugat adalah I Ketut Wathin Ciptawan dengan nomor register 522 K/TUN/2018. Dalam putusannya, Oktober 2018, hakim kasasi menolak gugatan penggugat.

”Konsekuensi dari putusan, semua sertifikat di kawasan hutan batal dan bakal dicabut,” kata Kadis LHK NTB Madani Mukarom.

Upaya pembatalan, kata Madani, akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku penerbit sertifikat. Mereka akan meminta BPN untuk mencabut seluruh sertifikat yang berada di dalam kawasan hutan.

”Semua kita ambil alih. Lahan dengan SHM sudah masuk kawasan hutan,” tegas dia.

Setelah pembatalan dan pencabutan, petugas LHK bersama KPH Rinjani Timur akan melakukan penertiban. Membongkar seluruh bangunan yang sebelumnya berdiri atas dasar SHM.

Madani mengatakan, langkah pencabutan, pembatalan, dan penertiban bisa dilakukan usai salinan putusan diterima pihaknya. Setelah putus Oktober tahun lalu, hingga kemarin Dinas LHK belum memperoleh salinan putusan.

”Kita koordinasikan dulu dengan kementerian juga terkait itu,” tandas Madani.

Kepala KPH Rinjani Timur Saladin mengatakan, ada 34 SHM yang berada di dalam kawasan Hutan Sekaroh. Namun, upaya gugatan TUN hanya dilakukan 13 pemilik sertifikat. Meski demikian, karena putusan kasasi memenangkan Kementerian LHK, maka status 21 sertifikat lainnya secara otomatis harus dicabut.

”Gugur semua. Penetapannya benar kalau SHM itu masuk dalam kawasan hutan,” kata Saladin.

Sementara itu, di perkara korupsinya, yang masih terkait dengan penerbitan SHM di Hutan Sekaroh, salinan putusan atas kasasi enam terpidana belum diterima JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim.

Kasipidsus Kejari Lotim Wasita Triantara mengatakan, setelah menerima salinan putusan, jaksa baru bisa melakukan langkah eksekusi terhadap terpidana. ”Amar putusannya kabul. Artinya, kasasi dari JPU dikabulkan MA,” kata Wasita.

Meski dikabulkan, Wasita mengungkapkan belum mengetahui seperti apa detail putusan. Misalnya, mengenai berapa lama kelima terpidana, yakni Jamaluddin, Mustafa Maksum, Muhammad Naim, Fathul Irfan, dan Ramli, dikenai hukuman. Apakah mengikuti memori kasasi atau Hakim Agung memberi putusan berbeda untuk lama pidana.

Di memori kasasi, jaksa meminta Hakim Agung menjatuhkan putusan pidana penjara terhadap masing-masing terdakwa, yakni selama dua tahun.

Selain penjara, kelima mantan pegawai BPN Lotim ini juga dikenakan pidana denda, sebesar Rp 100 juta subsidair enam bulan kurungan. ”Nanti kita lihat setelah salinan putusan dikirimkan. Apakah sesuai dengan yang kita minta di memori kasasi atau bagaimana,” pungkas dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks