alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

MATARAM-Spektakuler. Itulah kata yang bisa menggambarkan aksi Lalu Muhammad Zohri di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Jepang, kemarin.

Satu lintasan dengan juara dunia lari 100 meter putra Justin Gatlin (asal Amerika), Zohri tampil mengejutkan. Ia berhasil meraih medali perunggu dengan catatan waktu cukup fantastis. 10.03 detik. Catatan waktu ini sekaligus mengantarkan Zohri berlaga di multi event terakbar di dunia, Olimpaide Tokyo 2020 mendatang.

Zohri sendiri tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sebab salah satu mimpinya sudah terwujud, yaitu mencapai limit olimpiade 10,05 detik. Selanjutnya dia akan berlatih untuk mengejar ambisinya yang lain, yaitu berlari dibawah 9 detik.

“Saya sangat senang. Terima kasih untuk masyarakat Indonesia dan semua orang. Berkat doa dan dukungan kalian, saya bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Indonesia,” ungkapnya usai pertandingan.

Prestasi Zohri kemarin juga menjadi sejarah baru bagi NTB. Juga Indonesia. Dialah sprinter pertama negara ini yang bisa menembus catatan waktu 10.03 detik. Atlet kelahiran 1 Juli 2000 hanya kalah 0,03 detik dari Justin Gatlin yang meraih medali emas. Dan kalah 0,02 detik dari sprinter Jepang Yoshinide Kiryu yang kemarin melarih medali perunggu. Kini Zohri hanya terpaut 0,45 detik dari pemegang rekor manusia tercepat di muka bumi ini, Usain Bolt.

Sejak namanya berkibar usai tampil di kejuaraan dunia di Finlandia 2018 lalu, pelari asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu seakan tak henti-hentinya membuat kejutan.

Sebelumnya, di kejuaraan Asia Senior, di Doha Qatar, Zohri memecahkan rekor catatan waktu tercepat yang diukir Suryo Agung 10,17 detik yang bertahan selama 10 tahun lalu. Pemuda berusia 18 tahun itu mencatatkan waktu 10,13 detik.

Di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Jepang, Zohri yang berada di line 9 nyaris tak diperhitungkan. Ia menuju kejuaraan bergengsi ini dengan status undangan. “Panitia penyelenggara sempat menolak Zohri. Tapi kami terus berusaha meyakinkan mereka dengan membawa data prestasi Zohri di kejuaraan Asia Senior, di Doha Qatar,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.

Terpisah, Pelatih Sprinter Nasional Eni Nuraeni mengatakan, ia tidak terkejut dengan prestasi yang ditorehkan Zohri ini. Menurutnya, Zohri memang luar biasa.

”Saya tidak bisa berkata apa-apa. Hanya berucap Alhamdulillah,” kata Eni kepada Lombok Post, via telepone, kemarin (19/5).

Eni juga mengaku bahwa Zohri sebenarnya tak diagendakan untuk ikut pada kejuaraan itu. Berkat perjuangan PB PASI Zohri akhirnya dapat ikutserta pada kejuaraan tersebut. ”Kami kan tetap berlatih, jadi setiap ada kejuaraan, kami harus siap,” ujarnya.

Tak ingin dikatakan anak bawang pada kejuaraan itu, semangat Zohri terus dipompa. Rupanya Zohri tak ingin diremehkan. “Saya lihat Zohri menjaga semangatnya hingga mengikuti kejuaraan itu,” terangnya.

Eni tidak memungkiri bahwa lawan-lawan Zohri memberi aura persaingan yang bagus. Ini menjadi faktor bagi Zohri untuk bisa melesat lebih cepat. “Ya, lawan-lawannya lebih keras jadi dia lebih semangat,” kata Eni.

Hal ini juga diakui oleh Zohri. Sebelum pertandingan, dia sempat mengungkapkan rasa bangganya bisa berada dalam lintasan dengan para spinter top. Termasuk Gatlin yang menjadi pelari panutannya. “Luar biasa rasanya bisa berlari bersama pelari-pelari dunia,” ujarnya takjub.

Zohri mengetahui kekurangannya hanya di block start. Itu yang terus diperdalam. Selain pada tes lapangan sebelum bertanding, di hotel pun Zohri terus mengasah teknik startnya. ”Dia latihan di dalam kamar dengan mengasah teknik gerakannya saja,” beber Eni.

Sebegitu besar tekad Zohri meraih juara pada ajang tersebut. Hingga pada perlombaan berlangsung, Zohri tak terlihat seperti biasanya.

Setelah berdoa bersama, dia menjadi pendiam. “Biasanya becandaan untuk menghilangkan ketegangan. Saya juga tidak tahu. Mungkin dia meresapi teknik block startnya,” ucapnya.

Eni melihat Zohri sekarang lebih tenang dibanding sebelumnya. Perkiraannya, karena Zohri semakin dewasa dan memiliki jam terbang kejuaraan internasional yang banyak. ”Dia sudah memiliki banyak pengalaman tanding. Tiap kejuaraan terus di evaluasi,” kata dia.

Sosok Disiplin

Di mata Eni, Zohri adalah sosok pemuda yang disiplin. Tak pernah telat ke lapangan saat latihan. Program latihan pun tak pernah ditawar. ”Selalu dikerjakan dengan maksimal tanpa harus saya capek-capek mengarahkan,” ujarnya.

Dia sudah mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum pemanasan. Sebelum menjalani latihan yang berat, dia selalu mempersiapkan diri dengan matang. ”Cara itu untuk mengantisipasi terjadinya cedera,” bebernya.

Semangat dan kerja keras yang dilakukannya dapat dipetik hasilnya hari ini. Target tembus limit Olimpiade, Tokyo tercapai. “Zohri anak pekerja keras dan ingin cepat memperbaiki apa yang menjadi kekurangannya,” kata Eni.

Zohri menjadi bukti, tak ada yang tidak mungkin. Jika semua itu dilakukan dengan kerja keras dan maksimal. ”Patut dicontoh sama atlet yang lain,” ungkapnya.

Eni mengatakan, usai mengikuti kejuaraan itu, tetap akan mengevaluasi hasilnya. Karena bulan depan Zohri akan menghadapi Grand Prix di China. ”Mudahan catatan waktunya lebih baik lagi,” harapnya.

Tak Ingin Bebankan Zohri dengan Target

Meski sudah berstatus juara dunia junior, Eni tak ingin membebani Zohri dengan target apapun. Dia masih terlalu muda untuk dibebankan target. ”Saya ingin dia mengalir seperti pemuda-pemuda yang lain. Tetapi, ada batasannya,” kata Eni.

Tak hanya itu, program latihan yang diberikan juga disesuaikan dengan usianya. Jangan sampai tekanan latihan terlalu berat malah membuatnya rusak. ”Semua itu sudah dibicarakan dengan pelatih Harry Mara,” bebernya.

Zohri sudah diberikan pemahaman terkait programnya. Perjalanan Zohri masih panjang. ”Di usianya yang masih 18 tahun sudah mampu bersaing dengan sang juara dunia. Itu sudah sangat luar biasa,” ucapnya.

Sekarang yang terpenting bagi Zohri mengalir apa adanya. Program yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan fisiknya. ”Kita ingin prestasi Zohri ini awet hingga dia (Zohri, Red) menyatakan diri pensiun,” tegasnya.

Jangan sampai, prestasinya tersendat hanya karena menderita cedera. ”Kita sangat hindari itu,” ungkapnya.

Teori Atletik Terbantahkan

Dalam teori keilmuan olahraga, program latihan lari jarak pendek terbilang paling berat. Untuk bisa naik 0,01 detik saja perlu latihan yang cukup berat.

Itu pernah dirasakan mantan sprinter tercepat Suryo Agung. Dia bisa mencapai catatan waktu 10,17 detik itu saat dia berusia 25 tahun. Artinya, dia harus berusaha keras bertahun-tahun untuk bisa mencapai titik puncak itu. ”Sangat berat latihan sprint,” kata Suryo.

Tetapi, teori itu terbantahkan. Zohri tak butuh waktu dua tahun untuk bisa menjadi pelari tercepat di Asia Tenggara. Catatan waktunya pun semakin tajam 10,03 detik.

Atlet yang belum genap berusia 19 tahun itu pertama kali dilihat memiliki progress kala mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 silam. Pada ajang kejuaraan multi event antar pelajar itu, Zohri mencatatkan waktu 10,35 detik.

Hanya berbeda bulan, catatan Zohri semakin tajam. Dia meraih medali emas di Kejurnas antar PPLP Papua 2017 dengan mencatatkan waktu 10,30 detik.

Dari hasil kejuaraan itu, Zohri langsung direkrut ke Pelatnas. Berkat bantuan seniornya, Fadlin dia bisa berlatih dengan pelari elit nasional.

Lalu, pada 2018, dia dipersiapkan mengikuti kejuaraan Asia Junior di Jepang. Dikejuaraan itu, dia meraih medali emas dengan catatan waktu 10,27 detik.

Selanjutnya, dia mewakili Asia di kejuaraan dunia U-20 di Tampere, Finlandia. Mengejutkan, dia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik.

Di Asian Games, Zohri menjadi andalan. Di berhasil tembus ke final. Tetapi, harus puas berada di peringkat ketujuh dengan catatan waktu 10,20 detik.

Selanjutnya, Zohri dipercaya turun di Malaysia Open Grand Prix Maret lalu. Dia berhasil menjadi yang tercepat. Tetapi, catatan waktunya masih stagnan, yakni 10,20 detik.

Di kejuaraan Asia senior di Doha Qatar. Dia kembali membuat kejutan. Putra sulung itu meraih medali perak. Dengan catatan waktu 10,13 detik. Sekaligus memecahkan rekor yang dipegang Suryo Agung.

Terakhir, Dia diturunkan di ajang Seiko Golden Grand Prix 2019. Catatan waktunya sangat luar biasa yaitu 10,03 detik.

Eni mengatakan, sejak awal, tak pernah menduga Zohri bisa konsisten mempertajam catatan waktunya. Meraih limit olimpiade dirasa sangat sulit karena sangat tajam. ”Untuk tembus limit Zohri dianggap dapat menembus limit itu harus berlatih hingga lima tahunan,” bebernya.

Teori itu sekarang terbantahkan. Zohri telah membuktikan. Untuk mempertajam catatan waktu harus berusaha lebih keras lagi. ”Luruskan niat, jaga semangat, terus berlatih. Jangan mengeluhkn program yang diberikan pelatih,” sarannya.

Saat pertama kali masuk pelatnas, badan Zohri kurus. Tak berotot. Setelah ditempa di pelatnas, kini badannya terlihat berisi dan tekniknya semakin bagus. (arl/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks