alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Impian Lama Warga Bumi Gora, Pembangunan Bendungan Meninting Dimulai

MATARAM-Satu tahun NTB Gemilang mendapat hadian indah. Pembangunan Bendungan Meninting di Lombok Utara dimulai. Bendungan ini akan menelan biaya Rp 1,4 triliun. Ditargetkan sudah rampung pada 2022. Inilah infrastruktur yang keberadaannya sangat diimpikan masyarakat Bumi Gora. Bendungan Meninting, dipastikan akan mampu mengatasi krisis air bersih yang melanda Lombok saban tahun.

            Dimulainya pembangunan Bendungan Meninting ditandai dengan groundbreaking di lokasi utama bendungan di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Gubernur H Zulkieflimansyah memimpin langsung aksi groundbreaking bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suparyogi. Groundbreaking ditandai dengan menekan tombol Sirine. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur.

Hadir juga mendampingi Gubernur Danrem/162 Wira Bhakti Kolonel CZI Rizal Ramdhani, Pj. Sekretaris Daerah NTB H Iswandi, serta para pejabat dari Lombok Barat dan lingkup Pemprov NTB.

            Pada kesempatan tersebut, Gubernur Zul mengungkapkan kebahagiannya atas dimulainya pembangunan bendungan ini. Disebutkannya, Bendungan Meninting adalah infrastruktur yang amat vital. Bendungan ini adalah impian dari masyarakat NTB. Dan kini akhirnya mewujud.

Bendungan ini kata dia, akan dapat menyelesaikan persoalan perairan dan ketersediaan air bersih di NTB. Khususnya di Lombok Bagian selatan, yang sudah teramat lama selalu mengalami kekeringan tiap musim kemarau.

“Ini bukan persoalan sederhana. Tapi tidak ada yang tidak bisa diselesaikan jika ada kemauan yang kuat,” tandas Gubernur seraya menegaskan bantuan dan dukungan kuat dari pemda Lombok Barat. Mulai dari bupati hingga ke perangkat desa, Badan Pertanahan Nasional, kepolisian, TNI, bahkan kejaksaan.

Dia menegaskan, kemarin, semua khalayak menjadi saksi, bahwa Bendungan Meninting akan mulai dibangun. Dengan begitu, satu masalah krusial terkait ketersediaan air bersih dan pasokan air baku di Lombok akan teratasi.

            Secara khusus, Gubernur menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suparyogi, yang mengetahui detail-detail perairan di NTB dan menyarankan daerah-daerah mana saja yang dirasa cocok untuk dibangun bendungan.

Ditegaskannya, bendungan ini akan mampu menghadirkan pembangunan yang berkesinambungan dan juga standar hidup yang lebih baik bagi masyarakat NTB.

Bendungan Ketiga

Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR NTB H Azhar mengungkapkan, saat ini NTB telah memiliki 11 bendungan yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Bendungan Meninting sendiri merupakan bendungan ketiga yang saat ini sedang konstruksi.

Dua bendungan lainnya berada di Pulau Sumbawa. Yakni Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat dan bendungan Bringin Sila di Sumbawa.

Dijelaskan, bendungan meninting merupakan infrastruktur yang disiapkan untuk menampung air pada musim hujan dan dapat dimanfaatkan hingga kemarau. Lokasi bendungan ini kata Azhar sangat ideal. Tinggi spillway, katup pengendalian pelepasan air bendunga, berada pada posisi 74 meter di atas permukaan laut. Itu sebabnya, air di bendungan ini akan mampu memasok kebutuhan air hingga ke Lombok bagian selatan. Dengan tinggi spillway seperti itu, menjadikan Bendungan Meninting memiliki genangan yang cukup dalam.

Kelak, kalau sudah jadi, bendungan akan bisa mengairi daerah irigasi di Desa Penimbung, Lombok Barat seluas 454 hektare. Lalu daerah irigasi Ketapang Orong seluas 40 hektare dan sistem irigasi Jangkuk seluas 1.065 hektare. Selain itu, berpotensi sebagai salah satu sumber air baku SPAM Regional yang sedang direncanakan Pemprov NTB. Karena memiliki suplai air baku hingga 150 liter perdetik dan potensi pengembangan energi listrik sebesar 2 x 0.40 megawatt.

Pembangunan Bendungan Meninting sendiri akan menelan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun. Seluruhnya bersumber dari APBN. Pembangunannya dilaksanakan dalam empat tahun. Sejak 2018 hingga 2022. Telah di kontrakan kepada PT Hutama Karya (HK) dan PT Bahagia Bangun Nusa merupakan kontraktor paket pertama. Untuk pembangunan bendungan utama dengan nilai kontrak sebesar Rp 875 miliar.

Sedangkan untuk paket kedua, dikerjakan oleh PT Nindya Karya dan PT Sacna. Paket kedua ini meliputi kegiatan pembangunan jalan, bangunan pengelak pelimpah, pengambilan, fasilitas dan hidromekanikal. Total nilai kontrak sebesar Rp 481 miliar. Diawasi oleh konsultan supervisi dari PT Indra Karya. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 48 miliar.

Juara di Indonesia

Di tempat yang sama, mengawali sambutannya, Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi menyampaikan terlebih dahulu ucapan selamat atas setahun pemerintah Zul–Rohmi di NTB. “Semoga ke depan masih ada empat tahun, bisa memerintah dengan sukses dan memakmurkan masyarakat NTB,” harapnya.

Hari menegaskan, NTB memiliki kontur daerah yang berbeda-beda. Di wilayah timur dan barat merupakan tempat yang curah hujannya cukup tinggi. Sementara di daerah selatan dan utara sebaliknya.

Ditambah lagi dengan musim kemarau yang cukup panjang dibandingkan musim hujan. Hanya berlangsung dua hingga tiga bulan dari setahun. Dengan intensitas hujan hanya 1.200 mili meter, maka untuk keperluan ketahanan air NTB, tentunya pemerintah harus hadir dan membuat suatu tampungan dalam rangka pengawetan air untuk ketahanan air.

“Dan juga untuk bisa menyuplay air ke tempat lain. Sehingga air bisa merata,” jelasnya.

Diungkapkan Hari juga, kalau saat ini, NTB merupakan provinsi yang memiliki bendungan paling banyak di Indonesia. Dari ukuran kecil hingga ukuran besar. Belum lagi ada embung. Dari catatan Dirjen SDA, total ada 73 bendungan di Indonesia. Untuk bendungan ukuran besar, NTB juga memiliki jumlah paling banyak mencapai sembilan buah. Belum lagi ditambah dengan bendungan-bendungan baru.

Bila mengenok ke belakang, Hari mengingat apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo, sesuai dengan Nawacita, akan dibangun lima bendungan baru di NTB. Dari lima bendungan dua bendungan sudah selesai. Yaitu bendungan Tanju dan Mila di Kabupaten Dompu.

“Sementara yang sedang menyusul bendungan Bintang Bano dan yang sekarang sedang ongoing bendungan Bringin Sila di Kabupaten Sumbawa dan meninting di Lombok Barat,” paparnya.

Dijelaskannya, Bendungan Meninting memiliki daya tampung hingga 8 juta meter kubik air. Namun, daya tampung maksimal hingga 12 juta meter kubik. Hari mengatakan, Meninting termasuk bendungan yang berukuran medium. Selain manfaat yang telah disebutkan Kadis PUPR NTB H Azhar, dirinya berharap bendungan meninting bisa mengangkat potensi pariwisata. Selain itu juga untuk pengendalian banjir.

Karena itu, dirinya berpesan kepada Pemkab Lombok Barat, bahwa pengembangan pariwisata Bendungan Meninting dinilai sangat penting dan ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat di sekitar bendungan. Ia juga berharap, masyarakat bisa menjaga hulu bendungan meninting. Jangan sampai berubah.

“Saya harap berubah menjadi hijau. Kalau misalnya berubah dengan menebangi pohon yang ada diatas, saya rasa umur bendungan kita ini tidak akan panjang,” tegasnya.

 “Saya titip bendungan ini supaya bendungan ini akan menampung air untuk keperluan kita ke depannya,” terang Hari.

Tidak lupa pada kesempatan itu, dirinya juga membawa kabar gembira. Selain bendungan yang telah disebutkan sebelumnya, tahun ini Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 sedang mengajukan ke pemerintah pusat untuk pembangunan Bendungan Kreke agar dimasukkan dalam SKIM tahun ini. Karena kata Hari, NTB memiliki banyak potensi bendungan. Sehingga pemda harus segera mempersiapkan diri.

“Sudah ada sinyal untuk pembangunan bendungan pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Yaitu 15 lagi untuk melengkapi 65 bendungan yang sudah terbangun,” kata dia.

Terobosan Baru

Sementara itu, masih pada hari yang sama terkait satu tahun pemerintahan Zul-Rohmi di NTB, Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah kemarin mencanangkan dimulainya program industrialisasi pertanian. Program ini aalah terobosan baru untuk mewujudkan NTB Gemilang.

            Wujud program ini adalah penggunaan irigasi tetes. Sehingga bisa memanfaatkan lahan kering untuk menjadi lahan pertanian yang produktif.

“Alhamdulillah, hari ini tepat setahun pemerintahan Zul-Rohmi, kita sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi drip irigation,” kata Wagub saat pencanangan program ini di Dusun Batu Keruk, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, kemarin siang.

Ditegaskan, pencanangan program tersebut sebagai penerapan pertanian industri 4.0. Karena menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat dilipatgandakan menjadi tiga kali. Produksinya-pun dapat ditingkatkan 20 persen. Sehingga tidak ada lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami.

“Mari ini kita kawal bersama,” ajak Wagub di hadapan hadirin yang hadir. Termasuk Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar.

            Wagub menegaskan, penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas khususnya dalam bidang pertanian harus digalakkan di NTB. Terlebih dalam hal mendukung industrialisasi di bidang pertanian.

Dengan penerapan teknologi yang tepat, NTB kata dia, akan bisa meningkatkan produktivitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun ekstensifikasi.

“Apa yang kita lakukan hari ini, lanjut Umi Rohmi, merupakan impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini,” tandasnya.

Dengan penggunaan drip irigation atau sistem irigasi tetes, maka NTB akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah hasil pertanian di NTB.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB, sambung Wagub, pada intinya ditujukan untuk memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan NTB.

Selain untuk meningkatkan jumlah produksi, juga untuk memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian. Sehingga, tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja. Tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian NTB H Husnul Fauzi mengungkapkan, pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara pascagempa. Selain tentu untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini, maka petani yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,” jelasnya.

Selain melibatkan petani, sambung Husnul, pemerintah juga melibatkan pihak swasta untuk membantu menyukseskan industrialisasi pertanian ini. Pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil pertanian petani.

Di lahan seluas 200 hektare yang menjadi lokasi dimulainya penerapan sistem irigasi tetes ini, akan ditanami jagung yang memiliki potensi besar untuk tumbuh di lahan tersebut. “Ini sebagai langkah awal industrialisasi pertanian NTB,” tuturnya.

Di desa akar-akar ini juga sambung Husnul, akan dibangun Learning Center yang nantinya akan menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja terkait dengan jagung.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar menegaskan, penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering.

Di zaman saat ini, lanjut Bupati Najmul, petani memang harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan. “Jika kita tidak mau menggunakan teknologi maka, tidak hanya akan membuat daerah kita menjadi daerah tertinggal namun juga bisa mempercepat kemiskinan,” ucapnya. (yun/fer/kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks