alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Defisit Berkurang, Pemadaman Belum Hilang

MATARAM-Setelah mendapat komplain banyak pihak, PLN mulai mengoperasikan beberapa mesin pembangkit. Meski baru uji coba, dafisit daya sistem kelistrikan Lombok mulai berkurang. Tapi Lombok belum bebas dari pemadaman bergilir. Masyarakat harus bersabar sampai situasi benar-benar normal.

                Hal itu terungkap saat Ombudsman NTB meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang Unit 2, kemarin (19/11). Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim bersama timnya melihat langsung proses pembangunan PLTMGU dan pemulihan PLTU Jeranjang, di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.

                Di PLTMGU Lombok Peaker unit-unit pembangkit sedang dikerjakan para pekerja. Tapi tiga unit mesin sudah mulai diuji coba pengoperasiannya. Hingga kemarin Lombok Peaker sudah menghasilkan daya sebesar 28 MW. Bahkan sebelum beban puncak sore kemarin, PLN menargetkan PLTMGU sudah mampu menghasilkan daya sebesar 36 MW.

                Meski sudah mampu menghasilkan daya sebesar 36 MW, namun belum mampu menjamin tidak ada pemadaman bergilir lagi. Sebab pada tahap uji coba, kondisinya masih fluktuatif. Mesin yang baru beroperasi kadang-kadang harus diseting ulang dan beberapa perbaikan teknis lainnya. ”Memang mengurangi defisit, tapi akan tertutupi semua setelah semua selesai pengujian,” kata Manager Pemeliharaan Pembangkitan PLN Unit Induk wilayah NTB Yuniseta Aribawa, di PLTMGU Lombok Peaker.

                Selain itu, PLTU Jeranjang unit 2 juga sudah mulai diuji coba. Daya yang dihasilkan hingga kemarin mencapai 8 MW. Pasokan itu juga sudah masuk ke sistem kelistrikan Lombok, namun belum mampu mengatasi pemadaman bergilir secara keseluruhan.

                Hingga siang kemarin, kemampuan daya sistem kelistrikan Lombok mencapai 227 MW dengan beban pelanggan pada siang hari 201 MW. Ada surplus daya 26 MW, sehingga siang kemarin tidak dilakukan pemadaman. Namun kondisi itu bisa berubah pada beban puncak di malam hari.  Pada malam hari beban puncak mencapai 259 MW, sehingga terjadi defisit hingga 32 MW.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mataram Dony Noor Gustiarsyah menerangkan, kondisi kelistrikan dipengaruhi kemampuan daya di pembangkit dan beban daya di pelanggan. Malam sebelumnya, mereka melakukan pemadaman hingga 40 MW karena disesuaikan dengan kondisi pembangkit.

Tapi kondisi itu akan berangsur membaik bila pasokan daya dari PLTU Jeranjang Unit 2 dan PLTMG Lombok Peaker semakin banyak. Mereka menargetkan defisit bisa ditekan hingga 20 MW, bahkan beberapa hari ke depan bisa ditekan hingga 10 MW.

Manager Bagian Proyek PLTGU Lombok Peaker Julian Arlisdianto menjelaskan, pihaknya terus melakukan pembangunan agar pembangkit lebih cepat beroperasi.  PLTMGU Lombok Peaker yang ada di Tanjung Karang itu memiliki kapasitas 136 MW. Pembangkit itu akan menjadi salah satu tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Lombok. Direncanakan, Lombok Peaker beroperasi penuh 23 Desember  mendatang.

Sementara itu, Kepala Ombudsman NTB AdharH Hakim menekankan, PLN harus terus mengupayakan agar kondisi benar-benar normal. Dengan segala upaya mereka harus mampu menekan defisit daya yang tengah terjadi saat ini. Setelah melihat kondisi pembangkit, dia yakin pemadaman bisa terus dikurangi. ”Kita kejar agar tidak  sampai Desember,” katanya.

Masalahnya proses perbaikan pembangkit juga butuh waktu. Tapi persoalan itu menjadi bias karena PLN tidak menjelaskan secara detail kepada masyarakat. Banyak hal tidak dijelaskan dengan baik.

Warga menginginkan pemadaman begilir terus dikurangi agar aktivitas tidak terganggu. PLN dalam hal ini harus mendengar keluhan masyarakat tersebut. Jika mereka protes keras itu hal yang wajar. Sebab aktivitas perekonomian terganggu dengan pemadaman tersebut. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks