alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

MATARAM-Di saat rumah sakit (RS) kelimpungan dengan tunggakan klaim BPJS, RSUD NTB baik-baik saja. Mereka punya cara menyiasatinya. ”Cash fllow kita masih stabil,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, kemarin (20/1).

                Manajemen RSUD tidak berutang ke bank untuk menalangi biaya operasional RS. ”Klaim kita masih ada tiga bulan belum terbayar, kita tetap menggunakan keuangan yang ada dulu,” jelas Fikri.

                Pihaknya selalu menyisakan saldo dana operasional untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. Caranya, mereka membuat belanja skala prioritas. Belanja yang kurang prioritas seperti pengadaan mebeler ditunda. ”Yang tidak boleh terlambat itu jasa pelayanan dan obat,” katanya.

                Dana untuk pembayaran obat dan jasa pelayanan mereka pastikan tersedia setiap bulan. ”Obat, kalau terlambat dibayar kita di-lock,” ujarnya.

                Kalau sudah ada anggaran dari BPJS, baru kita bayar yang lain-lain. ”Yang penting obat dibayar dulu,” tegasnya.

                Jumlah klaim RSUD NTB ke BPJS Kesehatan (BPJSK) tiap bulan mencapai Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar. Dana itu merupakan kebutuhan operasional tiap bulan RS. ”Tapi realisasi tidak pernah 100 persen, kadang hanya 50-60 persen,” katanya.

                Tapi karena ada jaminan dari BPJSK, mereka bisa menyiasati agar arus kas rumah sakit tidak terganggu. ”Pintar-pintar kita ngatur di manajemen keuangan saja,” jelasnya.

 Saat ini, klaim bulan Oktober, November dan Desember belum dibayar, tapi baginya tidak masalah, semua sedang proses. ”Sehingga sistem pembayaran jasa kita cicil juga,” katanya.

Sebagian besar pasien RSUD NTB merupakan peserta BPJSK. Tidak heran sebagian besar penerimaan RSUD dari peserta JKN Rp 166,2 miliar.

Kepala Sub Bagian Humas dan Kemasyarakatan RSUD NTB Solikin menyebutkan, untuk 36 poliklinik, rata-rata jumlah kunjungan dari Januari-November 467 orang. ”Kunjungan tertinggi di poli dalam, rata-rata per hari 55 orang,” katanya.

Sementara pasien rawat inap sesuai jumlah tempat tidur yakni 375 orang. Tingkat hunian rawat inap 72,8 persen. Rata-rata per bulan pasien rawat inap 1.554 orang. ”Sebagian besar atau 87,82 persenya adalah pasien JKN,” jelasnya.

Kunjungan ke IGD selama tahun 2019 mencapai 15.532 orang pasien. ”Rata-rata per hari IGD melayani 47 orang,” katanya. (ili/r5)

Realisasi Penerimaan RSUD NTB Tahun 2019

Target                                 : Rp 165 miliar

Realisasi                            : Rp 204,6 miliar (124,05 persen)

Sumber Tertinggi             : Pasien BPJSK Rp 166,2 miliar (81,2 persen)

Sumber: RSUD NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks