alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

MATARAM-Rencana pembangunan kereta gantung di sekitar kawasan Gunung Rinjani oleh PT Indonesia Lombok Resort segera terealisasi. “Kami sudah bertemu mereka,” kata Kepala Dinas LHK NTB H Madani Mukarom saat dikonfirmasi, kemarin.

Proyek ini diwacanakan pada 2013 lalu oleh bupati Lombok Tengah. Namun, karena Hak Guna Usaha dan kewenangan pengelolaan hutan dialihkan ke pemprov, bupati Lombok Tengah tidak bisa mengeluarkan izin.

“Pas mereka (investor) datang lagi ke kami, kami beri syarat tidak boleh membangun di kawasan inti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),” jelasnya.

Wacana pembangunan kereta gantung tersebut sempat menimbulkan kegaduhan di sosial media. Masyarakat menilai pemda tidak peka terhadap kondisi hutan Rinjani dan seakan membunuh mata pencaharian para potter.

Madani meluruskan, proyek tersebut tidak akan dibangun di dalam zona inti TNGR. Meliputi kawasan Pelawangan, Danau Segara Anak dan puncak. Apalagi di blok pemanfaatan jasa wisata pada kawasan taman hutan raya dan hutan lindung areal KPH.

“Berdasarkan aturan yang berlaku, tidak diperkenankan membangun sarana dan prasarana,” tegasnya.

Kereta gantung dengan panjang 10 kilometer itu akan dibangun dari Karang Sidemen, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah menuju kawasan hutan lindung pada bagian atasnya. “Kami sudah koordinasi dan tidak akan mengganggu kawasan itu,” jelasnya.

Sehingga semua pekerjaan teknis termasuk alat dan bahan pembangunan kereta gantung akan diangkut menggunakan helikopter. Kemudian sistem bersambung dari tiang satu ke yang lainnya. Sehingga meminimalisasi pembukaan kawasan.

“Tinggi kereta gantung ini juga 60 meter, sedangkan tinggi pohon disana berkisar 10 meter hingga 20 meter, aman,” terang Madani.

Untuk mendapatkan semua izin prinsip, termasuk kajian Amdal, Dinas LHK NTB akan segera berkoordinasi dengan DPMPTSP NTB dan izin teknis ke Dispar NTB. “Kami usahakan ini bisa segera selesai, agar kita bisa lanjutkan ke tahap berikutnya,” pungkas Madani.

Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah mengatakan, dengan kereta gantung, wisatawan bisa menikmati panorama Gunung Rinjani dari sudut pandang yang lain. “Ini sangat bagus, mendukung pariwisata kita,” terangnya.

Karena itu, Pemprov NTB akan terus mengawal proyek ini. Pemprov berharap, investor benar-benar serius dalam merealisasikannya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks