alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Jaksa Usut Dua Proyek DAM

MATARAM-Pembangunan dua proyek DAM Kapa’o dan Dadi Mboda, di Kota Bima, menyisakan masalah. Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB bahkan telah turun ke Kota Bima, guna menindaklanjuti indikasi korupsi dalam proyek yang dikerjakan 2017 itu.

Informasi yang Lombok Post dapatkan, tim yang turun dipimpin langsung Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Ariansyah. Di Bima, selain mengecek kondisi DAM, penyelidik mengagendakan klarifikasi terhadap pelapor.

Pemanggilan terhadap pelapor telah dilayangkan Kejati NTB dengan nomor surat B28/P25/FEB I/02/2019. Dugaan penyimpangan proyek DAM dilaporkan ke Kejati NTB pada awal tahun ini.

Dalam laporannya, pelapor menyebut kondisi fisik proyek rusak tanpa sempat dinikmati masyarakat petani di sekitar lokasi DAM. Selain itu, proyek dikerjakan dengan meminjam bendera perusahaan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Kedua proyek DAM yang berlokasi di Kelurahan Lampe dan Kelurahan Kodo menggunakan anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima. Nilai total proyek dua DAM mencapai sekitar Rp 7 miliar.

Mengenai langkah penyelidikan Kejati terkait dugaan penyimpangan pembangunan dua DAM, Kajati NTB Arif enggan menjelaskannya. Menurut dia, setiap penanganan kasus tindak pidana korupsi yang masih di tingkat penyelidikan, tidak bisa diekspose ke publik.

”Kalau lidik, belum bisa,” kata Arif, kemarin (20/2).

Disinggung terkait pemeriksaan terhadap pelapor maupun pihak terkait lainnya, Arif juga tak memberi jawaban dengan detail. ”Mungkin (ada pemeriksaan),” ujarnya.

Mantan Wakajati Aceh ini kembali menegaskan, jaksa tidak bisa membeberkan lebih jauh ketika penanganan kasus masih di tingkat penyelidikan. Berbeda halnya jika posisi kasus sudah ditingkatkan ke penyidikan. Atau, media mendapatkan informasi dari eksternal Kejati NTB.

”Kalau diberitakan berdasarkan informasi dari luar, ya silakan saja,” pungkas dia.(dit/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks