alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Syarwan: Syarat Pencairan Dana Desa Mudah

MATARAM-Dana desa sebesar 20 persen sudah bisa dicairkan bulan ini. Tapi baru tiga pemerintah daerah (pemda) yang mencairkan yakni Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Lima pemda lainnya belum bisa mencairkan jatah desanya.

Kelima pemda itu adalah Lombok Timur, Kabupaten Bima, Sumbawa, Dompu, dan Sumbawa Barat. Hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan mencairkan dana desanya. “Kami sangat berharap lima daerah ini secepatnya mencairkan,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Syarwan, kemarin (20/2).

Menurutnya, syarat pencarian sangat mudah. Hanya membutuhkan peraturan bupati (perbup) dan APBDes. Bila perbup sudah terbit maka dana bisa langsung ditransfer pusat ke rekening pemda. Selanjutnya dikirim ke rekening pemerintah desa. “Tinggal dibuat saja perbupnya di sana isinya rincian jatah masing-masing desa,” jelasnya.

Setelah ditransfer ke rekening pemda, maksimal seminggu sudah harus ditransfer ke rekening desa. Sehingga tidak mengendap terlalu lama dan dananya bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat. “Kalau dana ini cepat bergulir maka uang yang mengalir ke desa lebih banyak,” katanya.

Jumlah dana desa bagi NTB tahun 2019 cukup besar, totalnya Rp 1,2 triliun. Dicairkan dalam tiga tahap, tahap pertama 20 persen, tahap dua dan tiga masing-masing 40 persen. Tapi baru Rp 82,6 miliar yang dicairkan. Masing-masing Lombok Utara Rp 12,8 miliar, Lombok Barat  Rp 31,1 miliar, dan Lombok Tengah Rp 38,6 miliar.

Daerah lain harusnya mencontoh Lombok Utara. Meski dilanda gempa mereka tetap bisa mencairkan dana. Justru daerah yang tidak terdampak belum melakukan pencairan. “Kalau KLU bisa kenapa daerah lain tidak,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan dam Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB H Ashari menekankan, perbup segera diterbitkan daerah sehingga dana itu cepat terealisasi ke masyarakat. “Baru bisa dikirim ke kabupaten kalau perbupnya sudah selesai,” katanya.

Dana tersebut tidak ditahan pemerintahan, tapi uang baru bisa cair bila perda, pergub dan perdes tentang APBDes sudah selesai. Artinya tidak ada persoalan di pusat, tinggal daerah memenuhi semua syarat pencarian. “Kalau itu sudah selesai tinggal dilaksanakan,” tegasnya.

Pembinaan terus dilakukan, beberapa kali melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis. Secara individu-individu juga terus diingat agar segera memproses pencairan. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks