alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Delapan WNA Amerika Dideportasi

MATARAM-Delapan warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dideportasi Kantor Imigrasi Mataram. Mereka melakukan pelanggaran penyalahgunaan visa selama berada di Lombok.

Kedelapan WNA berinisial EMF, 25 tahun; CSK, 37 tahun; PR, 51 tahun; KM, 43 tahun; MR, 24 tahun; MH, 40 tahun; KK, 23 tahun; dan ABH, 44 tahun. Seluruh WNA tergabung sebagai relawan di NGO International Medical Relief (IMR).

”Mereka tidak memiliki izin dari lembaga terkait saat melakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie, kemarin (20/3).

Kurniadie mengatakan, kedelapan WNA memang ditemukan ketika melakukan kegiatan sosial di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Kegiatan mereka meliputi pemeriksaan hingga pemberian obat kepada sejumlah warga.

Meski bersifat sosial, karena dilakukan WNA, maka mereka harus mematuhi peraturan keimigrasian sebagai dasar kegiatan. Dari hasil pemeriksaan petugas di lapangan, kedelapan WNA hanya mengantongi visa bebas kunjungan singkat yang berlaku selama 30 hari.

”Mereka masuk Indonesia antara 25 Februari hingga 9 Maret,” terang dia.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan mandiri oleh kedelapan WNA. Tanpa didampingi organisasi lokal. Selain itu, NGO IMR diketahui tidak memiliki izin atau surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial.

NGO IMR, kata Kurniadie, memang berasal dari AS. Lembaga tersebut bergerak di bidang bantuan daerah terdampak bencana untuk kesehatan, pendidikan, hingga kebersihan lingkungan.

”Mereka melanggar Pasal 75 angka 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” sebut Kurniadie. Selain beleid tentang imigrasi, kedelapan WNA juga melanggaran Pasal 2 Peraturan Menkes Nomor 67 Tahun 2013 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan WNA.

Lebih lanjut, para WNA tersebut tidak saja melakukan kegiatan secara ilegal. Petugas juga menemukan 69 obat-obatan yang 11 jenis di antaranya tidak terdaftar serta memiliki izin edar di Indonesia.

”Itu obat dari luar negeri semua. Tapi, sudah disita sama Balai BPOM, rencananya mau dimusnahkan untuk yang tidak memiliki izin edar,” tandas Kurniadie.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks