alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pemalsuan Data Tes P3K Mencuat

PRAYA-Pemalsuan data dalam sleeks penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di Lombok Tengah, mencuat. Nama yang mengikuti tes, ternyata tidak terdaftar sebagai eks honorer kategori dua (K2), atau tidak masuk database Kemenpan RB.

        “Belum selesai masalah satu, muncul lagi masalah baru,” sesal ketua forum eks honorer K2 Loteng Sahirudin pada Lombok Post, kemarin (20/3).

        Hal itu diketahuinya, setelah Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, menghubungi para pengurus forum eks honorer K2. Sontak, pihaknya mengaku kaget. Karena, yang diperjuangkan ada juga abal-abal. Mengaku eks honorer K2, tapi ternyata tidak jelas. Entah siapa yang berbuat, pada saatnya pasti ketahuan.

        Kendati demikian, pihaknya tidak bisa menyalahkan siapa pun yang terlibat. Melainkan, basis data dari Kemenpan RB yang tidak terkunci dan terjaga dengan baik. “Kalau sudah begini, kami dalam posisi menunggu saja lah,” cetusnya.

        Sementara itu, Kepala BKPP Loteng H Moh Nazili membenarkan persoalan yang dimaksud. Atas dasar itulah, kata Nazili Pemkab di panggil ke Jakarta. Menurut rencana, diwaliki Sekda HM Nursiah. “Hal ini ditemukan di 17 kabupaten/kota di Indonesia. Salah satunya, daerah kita,” beber mantan Kepala Dinas Sosnakertrans Loteng tersebut.

        Yang jelas, tekan Nazili ada 441 orang yang lulus P3K, berdasarkan passing grade, dari total 753 yang mengikuti tes. Sedangkan, jumlah eks honorer K2 yang masuk basis data Kemenpan RB sebenyak 1.250 orang. 1.251 orang diantaranya kalangan guru, 96 tenaga penyuluh dan sisanya 3 orang tenaga kesehatan.

        “Melalui kesempatan ini saya jelaskan, yang boleh ikut tes P3K itu, mereka yang terdaftar eks honorer K2. Diluar itu tidak boleh,” tekan Nazili.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks