alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Yuk..!! Kenali Visi Caleg Muda Ampenan, Budi Satriawan

Nama Ustad Budi Satriawan sebagai caleg pendatang baru dari Dapil Kecamatan Ampenan kini cukup diperbincangkan. Dengan selogan Yang Muda yang Bekerja ia maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan nomor urut delapan.  Seperti apa visi misi pengasuh Ponpes Tahfizul Quran Daarul Wafa Pejarakan Karya ini. Berikut wawancara Lombok Post dengannya.

 

Assalamualaikum Ustad Budi apa kabar?

Waalaikum salam, sehat alhamdulliah.

 

Anda maju dari dapil yang tak mudah, Ampenan punya figur incumbent yang kuat bagaimana anda menyikapi persaingan ini?

Sejak awal saya menyadari peta persaingan ini. Bahkan saya tinggal di Kelurahan Pejarakan Karya  dimana empat dari delapan  anggota DPRD  dapil Ampenan  berdomisili. Lima puluh persen incumbent ada disini ditambah lagi pimpinan Gerindra, PAN dan PPP.

Tapi saya memandang ini bukan semata mata soal kalah menang, tapi lebih pada upaya berlomba menuju kebaikan. Kontestasi untuk kebaikan masa depan bangsa melalui sistem demokrasi yang kita anut. Karena yang kita adu adalah visi, ide, gagasan bagaimana daerah ini kita bangun kedepan.

Lalu bagaimana anda menghadapi persaingan tersebut?

Hingga saat ini langkah yang saya tempuh seluruhnya berkat silaturrahmi. Sejak awal warga, sahabat dan kawan-kawan pergerakan  bersepakat mengusung saya. Termasuk membantu mencarikan partai dan urunan membiayai sosialisasi.

Kemudian sahabat-sahabat ini lah yang selama ini membantu dan memperkuat silaturrahmi yang terbangun degan konstituen. Setiap hari kami berkumpul membahas jejaring silaturrahim dan gagasan-gagasan yang ingin kita sampaikan ke ruang publik.

Dengan pola silaturrahmi ini kami ingin mencoba membangun fondasi politik berdasarkan ide dan kesamaan visi membangun daerah. Bukan dengan janji-janji atau mahar politik.

 

Anda mengusung jargon kampanye Yang Muda Yang Bekerja apa maknanya ini?

Pada dasarnya ini semangat untuk membuat perubahan. Tak melulu soal usia, ketika anda tua namun pemikiran dan tindakan anda selalu muda dan out of the box itu adalah semangat kaum muda. Itulah semangat Yang Muda Yang Bekerja.

Kemudian Kota Mataram kini mengalami bonus demografi. Komposisi pemilih muda sangat dominan dan menentukan. Karena itulah saya ingin merangkul dan mengajak kaum muda untuk mau terlibat dalam membangun demokrasi ini. Menggunakan hak pilih melalui jalur pemilu. Sehingga terbangun kesadaran bersama bagaimana pentingnya kontestasi politik.

Karena itulah ini saatnya kita kaum muda unjuk kebolehan, saatnya kita mengambil tongkat estafet kepemimpinan. Lihatlah bagaimana para pendiri bangsa kita memulai semuanya dalam usia yang masih sangat belia, Soekarno, Hatta, Sjahrir. Mereka muda dan mau bekerja memperbaiki keadaan.

 

Lalu apa sebenarnya visi yang anda tawarkan untuk warga Mataram dan dapil Ampenan khususnya?

Visi besar saya kedepan adalah Sejahtera dalam Keberagaman. Seperti kita ketahui pemerataan kesejahteraan adalah cita-cita besar para pendiri bangsa yang harus kita perjuangkan terus menerus.

Di sisi lain kita harus mampu berdamai dan mengelola keberagaman yang kita miliki. Terlebih untuk kita di Mataram, Tuhan telah menakdirkan kita lahir dan besar disini. Di kota yang besar dan lahir oleh keberagaman.

Kita di Mataram tak punya sumberdaya alam melimpah seperti kabupaten/kota lain di NTB. Tapi kita punya sumberdaya manusia yang terbaik dan beragam. Inilah fokus utama yang ingin saya suarakan. Merawat keberagaman  sebagai modal utama menuju kesejahteraan bersama.

Dengan keunggulan sumberdaya manusia ini saya optimis jika kita bisa mengelolanya kedepan Mataram akan bisa serti kota-kota besar dunia lainnya.

Apa yang dikembangkan? Bisa sebagai pusat jasa, niaga, pendidikan dan lainnya.  Kita sudah punya fondasi kuat tinggal merawat dan mengembangkan. Kemudian kita bantu pemerintah menyiapkan tambahan infrastrukturnya.

 

Lalu bagaimana cara mewujudkan visi besar tersebut?

Visi ini kedepan ditopang oleh sejumlah program unggulan yang menjadi bagian dari misi kami. Misalnya program pembangunan ekonomi kerakyatan yang bertumpu keberpihakan pemerintah dalam mengembangkan usaha kecil menengah dan mikro (UMKM). Pertanian juga demikian.

Pariwisata kita harus kembali kepada keunggulan kita sebagai tempat pusat jasa MICE, (pertemuan dan konvensi, Red). Keungulan kita disana karena kita punya infrastrukturnya. Selain itu kita harus dorong pengembangan wisata buatan seperti pusat perbelanjaan, sejarah dan lainnya. Keunggulan kita sebagai pusat jasa dan niaga inilah yang harus terus kita kembangkan.

Sekai lagi keunggulan utama Mataram bukan pada sumber daya alamnya namun kekayaan sumber daya manusia dengan latar belakang keilmuan dan suku bangsa yang beragam. Kita bertumpu pada sumber ini.

Inilah yang ingin saya ikhtiarkan melalui fungsi legislasi dan pengawasan jika kelak saya diamanahkan di DPRD nanti.

 

Biodata

Nama   : Budi Satriawan

Alamat : Lingkungan Penan Pejarakan Karya Ampenan

Lahir    : Ampenan 15 Maret 1985

Status : Menikah

Pekerjaan :

Pengasuh Ponpes Tahfizul Quraan Daarul Wafa Pejarakan Karya Ampenan

Pengajar di TPQ Assyfa

Pemilik Archangel Computer

Direktur Ilalang Adventure

Manager Pemasaran dan Umum di CV Restu Bumi

 

Pendidikan Formal

SDN 2 Pejeruk

MTSN 1 Mataram

MAN 1 Mataram

IAI  Nurul Hakim Kediri

 

Non Formal

Ponpes Tahfizul Quran Daarul Wafa

Program Tilawatil Quran pada TGH Fawaid Hariri  Zakaria (alm)

 

Organisasi

Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ampenan

Sekretaris FKS TPQ Kota Mataram

Pengurus KOMPI 31 NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks