alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Jaksa Limpahkan Kasek dan Bendahara Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Monta

MATARAM-Penyidikan dugaan korupsi dana BOS SMAN 1 Monta rampung di kepolisian. Ini ditandai dengan dilimpahkannya dua tersangka, Nurul Mubin dan Abdul Wahid, ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, kemarin (21/3).

Pelimpahan tersangka dan barang bukti, dilakukan penyidik tipikor Polres Bima setelah jaksa menyatakan berkas kedua tersangka lengkap. ”Dua orang yang kita limpahkan. Tersangka adalah (mantan) kepala sekolah dan bendahara,” kata Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo.

Kasi Pidsus Kejari Bima Wayan Suryawan mengatakan, kedua tersangka kini dititipkan di Rutan Bima. Jaksa memutuskan untuk menahan Mubin dan Abdul usai penerima pelimpahan dari penyidik kepolisian.

”Kita tahan selama 20 hari,” kata Wayan.

Nantinya, tersangka akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram. Wayan mengatakan, selama masa penahanan, JPU akan berusaha merampungkan surat dakwaan untuk kedua tersangka.

”Kalau sudah rampung kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk menjalani persidangan,” ujar dia.

Mubin dan Abdul sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara penyidik kepolisian. Keduanya diduga kuat melakukan penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS medio 2016.

Di kasus ini, Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP) NTB telah melakukan audit kerugian keuangan negara. Hasilnya ditemukan kerugian dalam pengelolaan dana BOS sekitar Rp 300 juta di SMAN 1 Monta dari anggaran Rp 500 juta.

Dugaan penyimpangan dalam kasus ini terkait pengelolaan anggaran fiktif. Pelaku mengklaim telah menggunakan dana BOS namun tidak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan.

Kasus mulanya dilaporkan masyarakat ke Polres Bima Mei 2017 lalu, dengan nomor polisi LP/196/V/2018/NTB/Res Bima.  Polisi kemudian menindaklanjutinya dengan mengklarifikasi sejumlah pihak.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks