alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Polisi Akhirnya Turun Tangan Tertibkan Galian C Ilegal

MATARAM- Subrata dan Rifai pengusaha pertambangan di Desa Pemepek, diproses hukum jajaran Subdit IV Ditreskrimsus Polda NTB. Keduanya diduga melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan, kasus keduanya sudah rampung ditangani jajarannya. Subrata dan Rifai bahkan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng untuk menjalani proses penuntutan.

”Kemarin (Kamis, Red) pelimpahannya ke JPU,” kata Darsono, kemarin (22/3).

Tindak pidana yang melibatkan Subrata dan Rifai, merupakan kasus pertambangan yang diduga ilegal di Desa Pemepek, yang kesekian kali ditangani kepolisian. ”Banyak sekali di sana. Kita berupaya untuk terus melakukan upaya persuasif dan penindakan,” ujarnya.

Menurut Darsono, aktivitas pertambangan ilegal tentunya merugikan lingkungan. Pemda juga merugi karena kehilangan pendapatan dari sektor pajak.

Lebih lanjut, kedua tersangka memiliki usaha pertambangan ilegal di tempat berbeda. Lokasi pertambangan Subrata berada di Dusun Cerorong, Desa Pemepek. Yang bersangkutan telah melakukan penambangan pasir secara ilegal selama dua bulan.

Lahan yang akan ditambang Subrata memiliki luasan 30 are. Namun, saat ditindak polisi, tersangka baru menambang di areal seluas dua are. ”Lahan tambangnya itu sewa ke orang lain,” terang Darsono.

Jika Subrata menyewa lahan, lain dengan Rifai. Kata Darsono, tersangka Rifai menambang di tanah miliknya sendiri. ”Luasnya sampai 1,8 hektare. Tapi, yang ditambang baru 50 are,” ujarnya.

Rifai diketahui sudah enam bulan melakukan aktivitas ilegal di Dusun Sedau Timur, Desa Pemepek. Per harinya, kedua tersangka bisa memasok pasir hingga sebanyak 30 truk. Satu truk dihargai dengan nominal Rp 150 ribu.

”Dari satu lokasi, per hari bisa mengeruk 90 meter kubik tanah dan pasir,” beber dia.

Untuk mempermudah aktivitas galian C, kedua tersangka dibantu dengan alat berat. Saat polisi mengecek lokasi pertambangan, beberapa alat berat ditemukan terparkir.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks