alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

6.055,3 Hektare Hutan Rinjani Gosong

MATARAM-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan 6.055,3 hektare kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani hangus. Meski demikian, puluhan pendaki yang terjebak dipastikan selamat. Mereka akan segera turun dari jalur pendakian.

                Sampai kemarin, pemadaman terus dilakukan. Tidak kurang dari 283 orang personel gabungan dikerahkan. Mereka dibagi menjadi enam tim sesuai lokasi kebakaran, yakni tim Senaru, Anyar, Santong, Sembalun, Aikmel, dan tim Kembang Kuning. Beberapa titik api berhasil dijinakkan, namun sebagian masih proses pemdaman.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady menjelaskan, kebakaran di beberapa titik sudah padam. Namun beberapa titik api baru sedang dipadamkan petugas. TNGR bisa mengendalikan api berkat bantuan dari TNI, Polri dan Asosiasi Trekking Organizer. Sehingga titik api mulai berkurang.

Proses pemadaman tidak mudah. Petugas mengalami beberapa hambatan, seperti kondisi topografi cenderung terjal dan curam sehingga sulit dijangkau. Kecepatan angin tinggi sehingga kebakaran meluas dengan cepat.

Vegetasi mudah terbakar seperti rumput savana, alang-alang, dedaunan kering menyebabkan api mudah menjalar. Sementara sumber air di lokasi kebakaran sangat terbatas. ”Pohon tumbang akibat tiupan angin dan terbakar membahayakan tim,” katanya.

Berdasarkan info petugas Resort Sembalun, pada pagi kemarin, terdapat tiga hotspot baru di bawah puncak Rinjani, di persimpangan jalur Sembalun dengan jalur Bawak Nao, dan utara Gunung Sankareang ke arah hutan Torean. Pukul 11.00 Wita, tim gabungan menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Pukul 12.30 Wita, kebakaran di Tangkok Kediri dapat dikendalikan.

Sementara kebakaran di wilayah Resort Anyar dipastikan padam dan tidak terdapat hotspot lain. Di Resrot Aikmel, terpantau ada titik api di sebelah timur Cemara Rompes. Tim segera menuju lokasi tersebut melalui jalur Sampet, Desa Toya.

Tim Senaru melaporkan, mereka masih melakukan pemadaman. Tim kesulitan memadamkan api karena lokasi sulit dicapai. Lokasi kebakaran berada di lembah dengan kondisi topografi curam. Kemudian pukul 11.30 Wita, terpantau hotspot baru di bukit Stampol. Tim bantuan menuju lokasi melalui jalur Dasan Tutul.

Di wilayah Santong, kebakaran di sana berhasil dipadamkan. Namun, hotspot baru muncul di sekitar Marung Meniris. Tim sedang telah diberangkatkan ke lokasi tersebut untuk pemadaman.

Lokasi terakhir di Kembang Kuning, kebakaran terjadi di atas Timba Turis sebelah barat jalur pendakian Timbanuh. Tim Kembang Kuning berada di lokasi dan membuat sekat bakar dari jarak aman sebagai upaya pemadaman. ”Api sangat cepat menuju barat mengarah wilayah resort joben,” ujarnya.

Tim Resort Setiling merupakan tim tambahan, mereka berangkat ke jalur pendakian Aik Berik memantau kondisi di jalur pendakian. Mereka sekaligus memastikan keselamatan 22 orang mahasiswa yang mendaki. Pukul 14.20 Wita, pendaki ditemukan di pos II Jurang Pakis, mereka dipastikan akan segera turun. Rombongan pendaki dalam kondisi baik. ”Jalur pendakian Aik Berik terpantau aman serta tidak terlihat adanya hotspot,” ujarnya.

Dengan pemadaman yang cukup berat hingga hari keempat, semua tim masih akan melakukan pemantauan hotspot dan pemadaman. Mereka membuat usulan penetapan kondisi  darurat kebakaran.

TNGR juga akan bersurat ke BPBD NTB, meminta bantuan peralatan manual dan helikopter untuk penanganan kebakaran. Serta mengusulkan penggunaan hujan buatan untuk memadamkan api. ”Kami akan membentuk posko pengendalian kebakaran hutan di Resort Senaru dan Sembalun,” katanya.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, kebakaran hutan akan menjadi perhatian serius ke depan. Mereka akan merumuskan langkah-langkah antisipasi supaya kebakaran tidak terlalu meluas. ”Proteksi kebakaran bisa kita lakukan lebih dini,” katanya.

Tidak bisa dihindari, kebakaran saat ini disebabkan faktor cuaca ekstrem yang membuat bahan-bahan di alam mudah terbakar. Lokasi kebakaran juga tidak mudah dijangkau sehingga tidak mudah memadamkan api. ”Petugas kita sudah bergerak tapi memang cuaca,” katanya. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks