alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

MATARAM-Pro dan kontra pembangunan kereta gantung menunjukkan perencanaan pemprov kurang matang. “Ini bukan skala prioritas kita saat ini,” kata anggota DPRD NTB H Ruslan Turmudzi, Kamis (23/1).

Politisi PDIP ini menganggap, pemprov seharusnya menyelesaikan satu per satu persoalan destinasi wisata. “Percuma kita kerjakan semuanya, kalau satu-satu nggak ada kelihatan hasilnya,” ujarnya.

Selain itu, pemprov harus memperhatikan bagaimana dampak lingkungan akibat konstruksi pembangunan kereta gantung. Lahan dan hutan di NTB dalam kondisi kritis.

“Coba lihat di Lombok selatan, kemudian di Sumbawa, jangan pikir proyek ini nggak buka hutan, ya pasti buka dong, malah pembabatan,” terangnya.

Dia meminta, jangan terlalu memaksakan kehendak. Karena permasalahan lingkungan, harus benar-benar disikapi serius. “Kalau hutannya rusak ya, lebih besar biaya reboisasi atau pemulihan,” tegas Ruslan.

Terlebih kawasan Rinjani yang sudah masuk UNESCO Global Geopark (UGG). Akan sangat riskan bila terjadi perubahan bentang alam bila proyek tersebut terus berlanjut. “Kita jangan pikirkan kemauan investor saja,” jelasnya.

Menurut Ruslan, kereta gantung hanya menguntungkan kantong investor. Berapa banyak lapangan pekerjaan yang dulu ada, nantinya menjadi berkurang. Bahkan tidak ada.

Daripada memilih kereta gantung, Ruslan menyarankan membuka kebun binatang di kawasan hutan tersebut. Ada berapa banyak lapangan pekerjaan yang hidup, bila peluang investasi semacam ini dimanfaatkan.

Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB Mirzoan Ilhamdi mengatakan, sebelum melangkah lebih jauh, Pemprov NTB melakukan diskusi dengan masyarakat setempat, pegiat pecinta alam hingga

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Target Emas, NTB Kirim Sembilan Petinju ke PON Papua

Bumi Gora meloloskan sembilan petinju ke PON Papua 2021. Salah satunya petinju putri Endang. Dia ditargetkan bisa menyumbangkan medali emas. ”Saya akan berusaha yang terbaik. Target pasti yang terbaik,” ujar Endang, Jumat (7/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks