alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Bakal Lebih Panas di Awal November, Masyarakat Diminta Tak Bakar Sampah

MATARAM-Belakangan ini, suhu udara di Kota Mataram terasa sangat panas. Bila dicek menggunakan aplikasi di telepon pintar, suhu bisa mencapai 33 derajat celcius.

Seorang warga Kota Mataram I Nengah Dwi Santyka mengakui, suhu terasa sangat panas. Meski ia berada di dalam ruangan.

“Padahal seharian diam di rumah nggak gerak. Tapi tetap berkeringat. Begitu juga pas malam hari, berkeringat,” ujarnya, kemarin (23/10).

Sebenarnya, kondisi seperti ini tidak menghambat pekerjaanya. Namun karena produksi keringat menjadi lebih banyak, membuat kulit menjadi lebih lengket.

“Tidak nyaman banget rasanya. Makanya sekarang jadi lebih sering mandi. Sehari, rata-rata lebih dari dua kali mandi,” tutur wanita yang akrab disapa Dwi ini.

Bila ingin beraktivitas di luar ruangan, Dwi mulai membiasakan diri. Memakai pakaian tertutup dan mengonsumsi air putih lebih banyak. Agar tidak dehidrasi.

“Terus kalau keluar rumah pakai jaket, terus sarung tangan jangan lupa masker dan selalu pakai helm. Kalau kena panas lama-lama, bisa pikin pusing,” ujarnya.

Terkait dengan suhu panas dan kering tersebut, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Restu Patria Megantara menjelaskan, secara normal, kondisi ini memang kerap terjadi pada Oktober. Lantaran, gerak tahunan dan posisi semu matahari sedang berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan. Seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Bali hingga wilayah Nusa Tenggara.

“Jadi ketika Oktober itu, posisi matahari tepat berada di atas NTB. Jadi tidak mengherankan, suhu yang paling panas dalam setahun itu ada di Oktober,” tegasnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Meski demikian, ada fenomena yang tidak biasa terjadi tahun ini. Ia menyebut, suhu panas dan kering melanda Pulau Lombok dan Sumbawa berada diatas normal. Jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, suhu panas dan kering pada 2018 di periode yang sama, rata-rata berada diangka 34,02 derajat celcius. Tapi pada tahun ini, naik menjadi 35 derajat celcius.

“Suhunya lebih tinggi dari normalnya. Di atas rata-rata,” ujarnya.

Kondisi panas ini juga menyebabkan jadwal musim hujan di NTB mundur. Normalnya pada Oktober, masyarakat sudah bisa merasakan turunnya hujan. Karena, Oktober merupakan bulan peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan atau Pancaroba. Tetapi tahun ini sebaliknya.

Restu menjelaskan, gerak semu matahari adalah siklus yang biasa terjadi setiap tahun. Namun, karena atmosfer di atas, NTB saat ini menjadi sangat kering. Lantaran radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi relatif lebih banyak. Maka, berdampak pada meningkatkan suhu udara pada siang hari, yang menghambat pertumbuhan awan.

Bila melihat kondisi atmosfer saat ini, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, perkiraan suhu panas dan kering akan dirasakan dalam satu hingga dua minggu kedepan.

“Suhu panas ini masih akan kita rasakan setidaknya sampai awal November,” tegasnya.

Karena itu, dirinya mengimbau, bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, harus bisa menjaga kesehatan. Kekeringan akan menyebabkan suhu tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan. Sehingga dianjurkan untuk minum air putih yang cukup agar terhindari dari dehidrasi. .

Selain itu, masyarakat bisa menahan diri untuk membakar sampah. Potensi kebakaran hutan dan lahan pada suhu panas dan kering seperti ini sangat kuat. “Masyarakat jangan bakar sampah sembarangan,” tandasnya. (yun/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks