alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Vonis Liliana Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

MATARAM-Terdakwa kasus suap penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing (WNA), Liliana Hidayat divonis, kemarin (23/10). Mantan General Manajer Whyndam Sundancer tersebut divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa.  ”Menjatuhkan pidana penjara satu tahun delapan bulan,” kata  ketua majelis hakim Isnurul Syamsul Arif membacakan putusannya kemarin.

Selain itu, Liliana juga dibebankan membayar denda Rp 200 juta. Apabila tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Beberapa hal yang meringankan terdakwa. Seperti, berkelakuan baik selama persidangan, belum pernah melakukan tindakan pidana, dan memberikan keterangan sebaik-baiknya. ”Majelis hakim menerima permohonan Justice Collabolator (JC) terdakwa,”  ujarnya.

Sebelumnya, Liliana dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pidana penjara dua tahun. Serta denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Usai membacakan vonis terdakwa, Isnurul memberikan kesempatan ke Liliana untuk melakukan upaya hukum jika tidak menerima putusan majelis hakim. Dia diberikan waktu selama tujuh hari untuk melayangkan banding.”Apabila ada yang tidak puas, silakan tempuh proses hukum selanjutnya. Silakan berunding dulu dengan penasihat hukumnya,” perintah Isnurul.

Setelah berunding, penasihat hukumnya Maruli Rajagukguk mengatakan, kliennya sudah menerima vonis majelis hakim. Tidak akan melakukan upaya hukum. ”Kami menerima vonis majelis hakim yang mulia,” tutup Marulli.

Menurutnya, vonis majelis hakim sudah memenuhi rasa keadilan untuk kliennya. Tidak ada lagi yang dipersoalkan. ”Pas sudah hukumannya,” ujarnya usai persidangan.

Diketahui, Liliana terseret kasus tersebut karena dia bertindak selaku penyuap. Tujuannya, untuk menyelesaikan kasus penyalahgunaan izin tinggal dua WNA Geoffrey William dan Manikam Katherasan.

Aksi suap tersebut terendus KPK, pada Mei 2019 lalu. Sehingga, Liliana ditangkap bersama Kepala Imigrasi Kelas IA Mataram Kurniadie dan  Kasi Inteldakim Yusriansyah Fazrin. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Karena Liliana bersikukuh agar dua pegawainya tidak dideportasi, mau tidak mau dia harus memenuhi permintaan Kurniadie. Liliana memberikan uang Rp 1,2 Miliar ke Kurniadie dengan cara membuang uang gratifikasi itu ke tong sampah. Lalu anak buah Yusriansyah mengambilnya dan memberikannya ke Kurniadie.(arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks