alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Lahan Pertanian Menyusut 5 Ribu Hektare

PRAYA-Sepertinya, Pemkab dan DPRD Lombok Tengah harus segera bersikap. Karena, lahan pertanian setiap tahunnya menyusut. Dari data Kementerian Pertanian, penurunannya mencapai 5 ribu hektare (ha).

“Atau dari 54 ribu ha, menjadi 49 ribu ha,” beber Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Lalu Iskandar kepada Lombok Post, Sabtu (19/1) lalu.

Penyebabnya, menurut Iskandar karena maraknya pembangunan areal permukiman. Belum lagi, kantor, gedung-gedung swasta hingga fasilitas pendukung lainnya. Kalau tidak cepat disikapi, maka cepat atau lambat lahan pertanian di Loteng turun drastis, bisa-bisa seperti kasus di Kota Mataram.

Dispertan pun, diakuinya sudah mengusulkan regulasi tentang, lahan berkelanjutan, sebagaimana Peraturan Daerah (Perda) NTB Nomor 1 tahun 2013 tentang, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Hanya saja, sampai sekarang belum ada tindaklanjut dari para wakil rakyat.

Karena dalam aturan tersebut, terang Iskandar akan menjamin perlindungan, perencanaan, penetapan, pengembangan, pemanfaatan dan pengawasan terhadap lahan pertanian. Jika melanggar, maka ancamannya adalah, krisis pangan. “Kalau di Pulau Sumbawa bisa mencetak sawah baru, kita malah mencetak bangunan baru,” sindirnya.

Kendati demikian, pihaknya merasa bangga karena produktifitas pertanian tahun lalu melebihi target, dari 489.357 ton menjadi 527.796 ton, atau meningkat 175 persen. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Loteng berada pada urutan kedua produksi gabah terbesar, setelah Pulau Sumbawa.

“Sebenarnya, kita bisa mencetak sawah baru. Tapi, kuncinya ada di Dam Mujur,” cetus Wakil Ketua Komisi IV DPRD Loteng Lalu Akhmad Yani, terpisah.

Kalau itu terbangun, ungkap Yani maka lahan-lahan pertanian di wilayah Pujut bagian timur, bisa menanam padi dengan pola dua atau tiga kali tanam. Belum lagi, di wilayah Praya Timur, Praya Tengah, Janapria dan sebagian Praya. “Karena kalau musim kemarau, menjadi lahan tidur,” ujarnya.(dss/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks