alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Serbuan Sabu Batam ke Lombok

Lombok masih jadi favorit para bandar narkoba. Geliat pariwisata beriringan dengan masuknya barang haram untuk diedarkan ke seluruh pulau. Dibawa kurir-kurir bayaran, sabu masuk melalui jalur resmi, seperti bandara dan pelabuhan.

== == == == =

Warga Lombok Tengah (Loteng), Lalu Ratmaji; Lalu Sopian; dan Sumaladi ditangkap otoritas Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), awal pekan lalu. Ketiganya kedapatan membawa sabu yang hendak diselundupkan ke Lombok.

Total ada sekitar 1.146 gram sabu yang dibawa ketiganya. Petugas menemukan sabu yang disimpan di tas dan koper milik Ratmaji serta Sumaladi. Adapun Lalu Sopian, menyembunyikan sabu seberat 306 gram di dalam perutnya.

Ketiga pelaku sebenarnya merupakan target penangkapan dari BNN NTB. Namun, belum sempat terbang dan tiba di Lombok, petugas otoritas Bandara Hang Nadim lebih dulu mengamankan mereka.

”Jadi target (BNNP), tapi lebih dulu tertangkap di sana,” kata Kabid Berantas BNNP AKBP Denny Priadi.

Para pelaku bukan satu-satunya kurir yang hendak mengedarkan sabu di wilayah Lombok. Pada minggu kedua Februari, jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri menangkap terduga bandar sabu Herdi.

Saat itu, kepolisian mendapati barang bukti sabu seberat 2,02 kilogram sabu. Barang haram tersebut diperoleh Herdi dari Malaysia. Sabu yang didapat Herdi disebar ke beberapa kurir untuk diedarkan ke sejumlah wilayah, salah satunya NTB.

Salah satu kurir Herdi, yakni berinisial PZ, lebih dulu diamankan polisi pada akhir Januari. Pelaku ditangkap di Bandara Hang Nadim sebelum terbang menuju Lombok.

Kabid Humas Polda Keri Kombes Pol Erlangga mengatakan, pengembangan terhadap jaringan Herdi terus dilakukan jajarannya. Dari penyelidikan sementara, polisi mendapati nama seseorang yang diduga sebagai pengendali untuk peredaran sabu di wilayah Lombok, yang berdomisili di Sumbawa.

”Kami sudah masukkan ke daftar pencarian orang (DPO),” kata Erlangga, seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).

Mundur ke 2018, Bea Cukai Bandara Hang Nadim juga pernah mengamankan dua orang yang hendak menyelundupkan sabu ke Lombok. Salah satu pelaku, M Yusri, merupakan warga negara asing. Dia bersama Budi membawa sabu seberat 438 gram, medio November 2018.

Lombok memang menjadi pasar menggiurkan bagi peredaran narkoba. Salah satu unsur yang menarik bandar untuk menyuplai sabu ke Lombok adalah pariwisata.

Serbuan kurir sabu asal Lombok juga pernah diungkap BNNP, pada Juli 2018. Ketika itu, petugas mengamankan Agus Mulyana dan Endang Sri Ningsih. Keduanya telah mendapat vonis dari Pengadilan Negeri Mataram dengan lama penjara 12 tahun.

Saat tertangkap, pelaku tidak mengakui telah membawa narkotika. Tetapi, pemeriksaan petugas menunjukkan hasil berbeda. Di dalam tubuh Agus, terdapat lima paket diduga sabu, sedangkan Endang menyimpan tiga paket diduga sabu.

Barang haram tersebut disimpan pelaku Agus di dalam duburnya. Sementara, Endang, menyimpan tiga poket sabu di dalam organ intimnya. Temuan petugas membuat kedua pelaku tak berkutik. Mereka akhirnya mengaku telah membawa narkotika jenis sabu.

Dari delapan barang bukti tersebut, satu paket memiliki berat sekitar 50 gram. Total, ada 400 gram yang diduga sebagai narkotika jenis sabu, yang dibawa pelaku dari Batam menuju Lombok.

Pelaku yang seluruhnya ditangkap, diduga kuat sebagai kurir. Rata-rata para pelaku berasal dari golongan kurang mampu, seperti Sopian dan Sumaladi yang diketahui hanya bekerja sebagai petani di Loteng.

Para kurir mendapat bayaran yang beragam untuk membawa barang haram ke tujuannya. Nominal upah satu kurir bahkan bisa mencapai Rp 20 juta untuk satu kali pengiriman.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Yus Fadillah mengatakan, kerja bandar narkoba memang mengandalkan jaringan di bawahnya, seperti kurir. Yus membagi macam kurir menjadi empat kategori. Yakni, kurir professional, amatir, korban, dan jaringan.

Untuk kurir professional dan jaringan memiliki kesamaan. Mereka sama-sama tahu bahwa barang yang hendak diantar adalah narkoba. ”Kalau korban biasanya tidak tahu kalau itu narkoba. Untuk yang amatir, itu lebih kepada mengantar karena keterpaksaan,” kata Yus belum lama ini.

Yus tak menampik masih banyaknya narkoba di NTB. Seperti hukum ekonomi, narkoba akan tetap ada selama masih banyak permintaan. ”Kita sudah meminimalisasi, dengan penangkapan-penangkapan itu. Hanya saja, pengguna masih banyak karena permintaan (banyak),” terang dia.

”Kalau ada barang (narkoba) masuk ke NTB, itu berarti ada yang pesan,” sambungnya.

Selain permintaan pengguna, pintu masuk seperti pelabuhan, bandara, hingga terminal menjadi faktor lain maraknya narkoba di NTB. Yus menyebut, sudah banyak pengungkapan penyelundupan narkotika di pintu masuk resmi ke NTB.

Yang tak kalah banyak adalah melalui pelabuhan-pelabuhan tikus. ”Kemungkinan ada. Tapi, titik-titiknya tidak bisa kami sampaikan karena terkait dengan penindakan,” kata Yus.(wahidi akbar sirinawa/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks