alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Uang Ada, Fasilitator Tak Ada

        PRAYA-Penanganan pascagempa di 53 dusun di 22 desa, di tiga kecamatan di Lombok Tengah, dipastikan tidak sesuai target. Kali ini, bukan karena persoalan panel Risha yang terbatas. Melainkan, fasilitator.

        “Jumlahnya, terbatas,” keluh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Muhamad, Sabtu (23/3). Per satu petugas saja, lanjutnya menangani puluhan unit rumah, bahkan ratusan unit rumah.

        Alhasil, terang Muhamad mereka menggunakan sistem giliran, sehingga yang terjadi saling tunggu menunggu. Idealnya, per satu fasilitator menangani satu, atau dua unit rumah saja. Wajar, progres pembangunannya, tidak berjalan cepat. Baik rumah rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan.

        Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah berkali-kali menyampaikan kepada warga, bahwa penanganannya terhitung hingga 2020 mendatang. Jadi tidak perlu khawatir, jangan termakan isu yang tidak-tidak, misalnya pengembalian dana bantuan, penyetopan pembangunan dan sebagainya.

        “Sejak awal, kami keluhkan persoalan ini. Seharusnya, pemerintah mengantisipasinya,” sambung kepala desa (Kades) Barabali Lalu Ali Junaidi, terpisah.

        Gara-gara fasilitator, ungkap Junaidi penanganan pascagempa di desanya tertunda dan terlambat. Disatu sisi, menjadi fasilitator tidak lah mudah, mereka memiliki keahlian khusus dibidangnya masing-masing. “Tapi, kami tidak mau tahu, pemerintah harus mencarikan jalan keluarnya,” cetusnya.

        Sementara itu, Bupati Loteng HM Suhaili FT mengatakan, kedatangan Presiden RI Joko Widodo, Jumat (22/3) kemarin, memberikan angin segar bagi percepatan penanganan pascagempa. Baik fisik maupun non fisik. Sekarang, tinggal bagaimana seluruh elemen masyarakat bekerja sama dan bergotong royong.

        Yang pasti, tekan Suhaili penanganannya berjalan tuntas. Secara umum di NTB, anggaran sudah di transfer 75 persen, tinggal 25 persen lagi. Termasuk, di Loteng. “Ini akan diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya.

        Hanya saja, tambah pria asal Desa Bodak, Praya tersebut saat gempa ber magnitudo 5,8 skala richter (SR), Minggu (17/3) lalu. Kondisi rumah warga semakin parah. Yang semula, rusak sedang menjadi rusak berat, yang rusak ringan menjadi rusak sedang.

“Mau tidak mau, alokasi anggarannya menyesuaikan. Jumlahnya, sedang di data,” ujar orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.
Enable Notifications    Ok No thanks