alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Kontribusi Pariwisata Masih Rendah

Provinsi NTB boleh bangga dengan pariwisata halal kelas dunia. Bentang alamnya salah satu yang terindah di muka bumi. KEK Mandalika dengan sirkuit MotoGP menjanjikan segalanya. Jutaan turis datang silih berganti. Tapi prestise itu belum sejalan dengan kontribusinya untuk perekonomian NTB.

—————-

                Dalam survei Bank Indonesia (BI) tahun ini, sumbangan pariwisata NTB untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) rendah. Pada triwulan III 2019, kontribusi lapangan usaha penyedia akomodasi makanan minuman terhadap PDRB hanya 1,97 persen. ”Lebih rendah dibandingkan Bali yang mencapai 23,59 persen,” ungkap Wahyu Ari Wibowo, Deputi Kepala Perwakilan BI NTB saat memaparkan hasil risetnya di Hotel Santika Mataram, beberapa waktu lalu.

                Lama tinggal wisman di NTB masih rendah. Survei bulan Juli-Agustus menunjukkan, lama tinggal wisman hanya tiga hari. Jauh di bawah rata-rata tinggal wisatawan 10 hari. Sementara survei bulan November, lama tinggal lima hari. ”Masih lebih rendah dibanding rata-rata tinggal wisatawan 10 hari,” paparnya.

                Dari sekian banyak destinasi wisata, hanya tiga lokasi yang jadi favorit wisman. Yakni kawasan tiga gili, Senggigi, dan Kuta, Mandalika. Sementara tempat lain masih sedikit seperti Mataram, Senaru, Sembalun, Sade, Sumbawa dan Bima. ”Setelah ke gili, Senggigi kemudian ke Gunung Rinjani lalu mereka balik,”  terangnya.

                Wisman yang datang ke NTB sebagian besar merupakan turis backpacker. Usianya antara 20-29 tahun. ”Turis backpacker gak punya uang,” kelakarnya.

                Pengeluaran wisman saat berlibur ke Lombok juga belum banyak. Rata-rata pengeluaran dalam sekali perjalanan hanya Rp 5,5 juta sampai Rp 5,6 juta. ”Tergolong masih sedikit,” kata dia.

                Pengeluaran itu jauh di bawah rata-rata pengeluaran turis di Bali USD 900 atau Rp 12,6 juta per orang. ”Lombok masih menjadi agenda tambahan setelah Bali,” kata Kepala BI NTB Achris Sarwani.

Dari hasil survei, wisman sangat sedikit yang belanja suvenir. ”Yang belanja suvenir kebanyakan wisatawan nusantara,” katanya.

Achris menyarankan, untuk meningkatkan lama tinggal wisman, pemerintah perlu memperbanyak event yang menarik bagi wisatawan. ”Promosi diperkuat di tiga gili yang paling banyak dikunjungi turis asing,” imbuhnya.

Survei perilaku wisman dilakukan BI pada periode kunjungan sepi, puncak kunjungan dan tingkat kunjungan sedang. ”Survei ini sebagai refrensi perbaikan pengembangan pariwisata ke depan,” katanya.

Peluang pariwisata NTB berkembang sangat besar. Bentang alam indah, kekayaan budaya, dan keramahan penduduknya mendapat nilai sangat tinggi. Tidak heran, keinginan wisman untuk kembali ke Lombok dalam survei mencapai 85 persen. ”Ini adalah peluang yang harus kita manfaatkan,” seru Wahyu Ari Wibowo.

Karena sebagian besar wisman berkunjung ke tiga gili, pemerintah harus meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas tiga gili ke destinasi lainnya.  ”Juga menerapkan sistem retribusi dan ticketing untuk meningkatkan pendapatan daerah,” sarannya.

Perhatian pemerintah pusat yang begitu besar ke NTB juga harus dimanfaatkan. Dukungan dana pengembangan kawasan pasti besar. ”KEK Mandalika menjadi super prioritas nasional,” katanya.

Menanggapi hasil survei, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menilai, survei tersebut sangat penting untuk menentukan kebijakan pengembangan pariwisata. ”Hasil survei ini menjadi masukan buat kami, masih banyak yang harus dibenahi,” katanya.

Pemprov juga tidak ingin industri pariwisata hanya dinikmati kalangan tertentu saja. ”Maka kami  buat program pengembangan desa wisata,” ujarnya.

Pengembangan desa wisata menurutnya tidak hanya untuk mendapatkan manfaat kunjungan. Tapi juga bagian dari upaya menjaga lingkungan. ”Kalau sudah jadi desa wisata warga akan menjaga keasrian lingkungannya,” katanya.

Lombok, menurut Rohmi, banyak disebut sebagai surga dunia. Keindahan alamnya sangat menakjubkan. Dia meminta warga ikut menjaga kebersihannya. ”Seindah apapun pantai kita, kalau ada sampah orang tidak akan mau,” kata Rohmi.

General Manager (GM) Hotel Lombok Raya Gusti Lanang Patra menilai, kurangnya lama tinggal wisman karena tidak ada atraksi yang bisa dinikmati. “Inilah yang kita hadapi saat ini,” ujarnya.

Pemerintah saat ini terlalu fokus pada peningkatan angka kunjungan wisman, tetapi tidak dibarengi lama tinggal. Padahal, ini juga berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Dengan kondisi ini, maka wisman menanggap tidak apa bermalam selama tiga hari. Toh, tidak ada yang bisa dinikmati, selain pantai dan gunung.

“Makanya perlu sebenarnya kita mengangkat pariwisata budaya,” tegasnya.

Bila penginapan di Tiga Gili, Senggigi dan Kuta Mandalika, lama tinggal total tiga hari bisa tercapai. Sebab, ada alam yang dinikmati. Kondisi kontras dialami hotel dalam kota.

Lanang menyebut, jumlah wisman yang menginap kurang 10 persen, dari total tamu. Belum lagi lama tinggal, hanya sehari saja. Karena sifatnya hanya tempat transit.

“Misalnya mau mendaki Rinjani, mereka menginap semalam di kita, baru besoknya mereka ke Sembalun,” jelasnya.

Penanggung jawab Toko Oleh-Oleh Lestari Ali Samudra mengatakan, keberadaan wisman jarang memiliki pengaruh. Karena yang masih tinggi penyumbang pembeli produk NTB adalah wisatawan domestik.

“Mereka cari makanan gak bawa pulang, icip sebentar ya udah habis,” ujarnya.

Ali menjelaskan, nominal yang dibelanjakan wisman juga sedikit. Kurang Rp 150 ribu. Mereka tidak pernah berpikir membawa pulang oleh-oleh atau buah tangan. Karena kebanyakan fokus pada liburan saja.

“Meski yang datang juga pada bulan madu, tetap saja gak ada pengaruh ke oleh-oleh makanan,” jelasnya. (ili/yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks