alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Gubernur Zul Lobi Tiket Murah dan Kerja Sama Pendidikan di Malaysia

MATARAM-Tidak hanya negeri-negeri Eropa, Pemprov juga menjajaki kerja sama bidang pendidikan dengan negara-negara Asia, salah satunya negeri tetangga Malaysia.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersama rombongan berkunjung ke Malaysia, kemarin. Misi utamanya membuka destinasi pengiriman mahasiswa NTB di negara tersebut.

Dalam lawatan itu, Zul menemui Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, di kantor Kedutaan RI untuk Malaysia, Kuala Lumpur. Mereka mendiskusikan sejumlah hal, salah satunya  program pengiriman 1.000 pelajar NTB ke luar negeri.

Zul menjelaskan, pendidikan menjadi perhatian utama NTB saat ini. Setelah mengirimkan 46 mahasiswa S2 ke tiga universitas di Polandia Oktober 2018 dan Februari 2019, Pemprov juga ingin mengirimkan pelajar ke Malaysia. “Kami ingin anak muda NTB punya pengalaman internasional sehingga kelak mereka bisa bersaing,” ujaranya.

Sebagai negara serumpun, kesamaan budaya Indonesia dan Malaysia dinilai akan mempermudah kerja sama bidang pendidikan itu. Fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium juga lengkap di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Dubes Rusdi Kirana menyambut baik niat tersebut. KBRI di Malaysia akan menjembatani misi Pemprov NTB dengan kampus-kampus di Malaysia yang potensial menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa dari luar Malaysia. “Saya sangat gembira dan mendukung program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri,” kata Dubes Rusdi.

Rusdi yang juga pendiri dan pemilik maskapai Lion Group itu menawarkan beasiswa pendidikan aviasi atau penerbangan. Setahun mendapatkan teori dan lanjut dua tahun kerja praktik di pusat perawatan pesawat dan fasitas penerbangan Lion Group di Batam. “Sudah ada anak TKI yang berprestasi, kami sekolahkan model seperti itu hingga akhirnya jadi pilot,” ujar Rusdi.

Lobi Tiket Murah

Pertemuan dengan bos Lion Air itu dimanfaatkan Gubernur Zul. Ia meminta bantuan Rusdi agar memperbanyak frekuensi dan rute penerbangan Lion Group dari dan ke Lombok, sekaligus untuk menurunkan harga tiket.

“Harga tiket yang mahal ini jelas memukul upaya pariwisata NTB untuk bangkit dari keterpurukan pascagempa,” katanya.

Begitu juga dengan makin berkurangnya “direct flight” ke Lombok. Ia berharap Lion Group bisa membantu NTB dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri atau dalam negeri ke Lombok.

Dubes Rusdi Kirana menjelaskan, melambungnya harga tiket menjadi persoalan baru di dunia transportasi udara. Menurutnya, butuh kerja sama yang baik antara maskapai dengan pemerintah daerah serta PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara-bandara di berbagai wilayah.

Rudi menjelaskan, maskapai Lion Group beroperasi 11 jam perhari sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam menyebabkan jadwal Lion sering tidak on time dan publik protes. Lion sering diomel karena telat atau delay terus. “Nah sekarang jadi 7 jam beroperasi, supaya bisa tepat waktu. Tapi konsekuensinya tiket nggak lagi bisa murah,” jelas Rusdi.

Untuk mengakomodir kebutuhan NTB, Rusdi menjelaskan perlunya subsidi atau insentif kebijakan dari Pemda setempat. Misalnya Pemda menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran maskapai.

Gubernur Zul menyatakan, ia akan mempertimbangkan masukan dari owner Lion Group itu. Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat. Itu bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai.

Diharapkan relasi simbiosis mutualisme bisa berdampak pada penurunan harga tiket dan memperbanyak frekuensi penerbangan dari dan ke Lombok, termasuk rute-rute direct flight. (ili)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks