alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Terduga Penerima Sabu Bebas, Jaksa Ajukan Kasasi

MATARAM-Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram membebaskan terdakwa Jaka Akhmadi, terduga penerima sabu dari Batam. Majelis menilai Jaka tak terbukti melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk menerima atau menjadi perantara, seperti yang didakwa JPU.

Juru bicara PN Mataram Didiek Jatmiko membenarkan putusan tersebut. Jaka tidak memenuhi sejumlah unsur dalam dakwaan penuntut umum, yang membuatnya harus diputus bersalah. ”Iya bebas, dakwaan jaksa tidak terbukti,” kata Didiek, kemarin (25/2).

Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Suradi dengan dua hakim anggota Ranto Indra Karta serta I Wayan  Sugiartawan, pada 14 Februari. Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Suradi mengeluarkan dissenting opinion atau pendapat berbeda.

Dissenting opinion Suradi menyatakan Jaka terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkoba. Hanya saja, dua hakim anggota lain menilai Jaka tak bersalah seperti tuntutan jaksa.

”Ada dissenting. Tapi, untuk detailnya saya kurang tahu. Tanya ke hakim saja,” ujar dia.

Baca Juga :  Sebulan Keluar dari Bui, Warga Gunung Sari Kembali Mencuri

Usai diputus bebas, JPU melanjutkan upaya hukum ke tingkat kasasi. Didiek menyebut, pernyataan kasasi dari jaksa sudah masuk ke PN Mataram.

Kasi Narkoba Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Ginung Pratidina mengatakan, kasasi dilakukan karena PN Mataram memutus bebas terdakwa Jaka. ”Sudah kita nyatakan untuk kasasi ke Mahkamah Agung,” kata Ginung.

Di tuntutannya, jaksa menyatakan Jaka terbukti bersalah di dakwaan pertama. Yakni, di Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaka, disebut penuntut umum,  melakukan percobaan atau pemufakatan jahat, yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk menjual, dijual, membeli, menerima, menjadi perantara jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I.

”Kita tuntut saat itu 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair dua bulan penjara,” terang dia.

Jaka sebelumnya ditangkap BNN NTB medio Juli 2018. Dia diduga masuk dalam jaringan narkoba lintas provinsi. Saat itu, Jaka diduga hendak menerima barang berupa sabu dari pelaku Agus Mulyana dan Endang Sri sebanyak 402,23 gram.

Baca Juga :  Overkapasitas Penghuni Lapas Mataram Rentan Tertular Korona

Pelaku sempat kabur dalam upaya penangkapan yang pertama. Setelah menangkap Agus dan Endang, datang satu mobil dengan pelat nomor kendaraan DR 474 K. Mobil dengan muatan empat orang ini, salah satunya Jaka, diduga hendak mengambil sabu yang dibawa pelaku.

Ketika hendak dihentikan, pengemudi mobil banting setir. Mereka kabur menghindari petugas. Kejar-kejaran terjadi antara petugas BNN NTB dengan mobil Yaris berwarna hitam ini. Petugas bahkan melepaskan tembakan yang mengarah ke bagian belakang mobil.

Tembakan rupanya tidak menghentikan laju mobil. Mereka ngebut hingga ke arah Perumahan Phonix Residence, di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Meski demikian, tembakan berhasil mengenai salah satu pelaku, yakni Jaka.(dit/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/