alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Lebih Dekat dengan Amiruddin ‘Pawang’ Kompor Gas Lulusan SMA : Buat Kompor Gas 8 Tungku dari Bekas Kompor Minyak Tanah

Pengalaman jauh lebih berharga daripada teori di bangku sekolah. Amir yang lulusan SMA bak profesor merancang kompor yang mampu memasak berkali-kali lebih cepat dari kompor pada umumnya.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

=================================

MASIH ingat kompor minyak tanah merek Hock? Dulu kompor ini sangat legendaris dengan tagline api birunya. Konon api biru diyakini memiliki titik didih lebih tinggi. Image api biru pun terkesan panas. Mewah. Dan tentu saja branded buat jadi bahan iklan. Bukankah kebanyakan api lumrah berwarna merah?

Tapi masa jaya sang api biru perlahan redup. Seiring dengan dicabutnya subsidi minyak tanah. Harga minyak tanah pun melambung. Orang-orang lebih perlahan menggudangkan kompor Hock-nya bersama sisa kebanggaan yang masih melekat bersamanya. “Kalau lihat rangka kompor ini rasanya seperti nostalgia ya,” kata Amiruddin.

Amir bukan sekadar tukang service kompor gas biasa. Alumni SMAN 6 Mataram itu selama dua tahun pernah mendalami ilmu per-kompor-an di Singaraja, Bali. “Saya jadi konsultan kompor gas,” terangnya.

Pengalaman bersentuhan dengan kompor selama dua tahun membuat Amir begitu fasih. Mereparasi separah apapun kerusakan kompor gas. Bahkan tidak hanya fasih mereparasi ia pun telah membuat kompor gas dengan delapan tungku. Wow!

“Sebenarnya dari dulu saya sudah sangat ingin membuat kompor seperti ini,” ujarnya.

Idenya sederhana. mempararel delapan kompor. Tapi ini jadi tidak mudah karena kompor yang dimodifikasi adalah kompor-kompor minyak tanah yang sudah digudangkan. Tak hanya itu bahan bakarnya dari gas. Bahan bakar yang nyaris ‘tabu’ diutak-atik oleh masyarakat.

“Ya daripada dibuang apalagi dulu dibeli dengan harga cukup mahal, kalau tidak salah Rp 130 ribu harganya,” kenangnya.

Tapi rangka-rangka kompor minyak tanah saat ini hanya  membuat gudang kompor penuh saja. Mahalnya harga minyak tanah setelah subdidi dicabut dengan sendirinya menggiring orang-orang beralih ke kompor gas.

Amir owner Service Kompor The Sisok pun tertarik untuk mengajak orang-orang bernostalgia dengan kompor Hock. “Tiga hari saya buat, hasilnya seperti ini,” kisahnya.

Ia membeli rangka kompor hock yang sudah tidak terpakai dengan harga Rp 15 ribu. Maka untuk delapan rangka, total ia keluarkan uang Rp 120 ribu. Lebih murah dari harga Kompor Hock saat masih baru. Ada beberapa properti tambahan yang harus ia beli juga. “Seperti mesin kompor gasnya,” jelasnya.

Lalu ada juga burner. Bila ditotal-total ia menghabiskan sekitar Rp 200 ribu untuk memodifikasi satu tungku kompor minyak tanah menjadi kompor gas. Maka untuk delapan tungku itu, Amir mengeluarkan modal Rp 1,6 juta.

“Belum lagi pipa stainless dan beberapa modifikasi tambahan agar delapan tungku ini cukup menggunakan satu tabung gas,” ulasnya.

Seseorang pernah menawar kompor delapan tungku milik Amir dengan harga Rp 2 juta. Tapi ia enggan menjual. Amir lebih suka diminta membuat dengan bahan-bahan disiapkan langsung oleh pemesan.

“Karena susah juga cari bahan seperti ini, sebab kompor minyak tanah lain ternyata tidak bisa dimodifikasi seperti ini,” terangnya.

Total ia telah membuat tak kurang dari 40 unit kompor modifikasi seperti itu. Para pemesannya mengaku tertarik dengan kemampuan kompor untuk memasak yang berkali-kali lipat lebih cepat dari pada kompor biasa. Mengapa?

“Karena burner yang saya gunakan lebih besar dari kompor gas pada umumnya,” jelasnya.

Keunggulan burner lebih besar membuat nyala api pun semakin besar. Para pemesan kompor gas modifikasi buatan Amir kebanyakan dari para pengusaha atau industri rumahan. Mereka membutuhkan kompor yang lebih cepat memasak dan unitnya lebih banyak. Sehingga produktivitas industri rumahannya lebih cepat pula.

“Misalnya untuk para pengusaha katering, pembuat kue rumahan, dan sejenisnya,” contoh dia.

Tidak hanya sekadar cepat memasak. Dengan tungku yang banyak. Amir pun yakin daya tahan kompor buatannya tak kalah jauh dengan kompor-kompor gas bermerk. Bahkan lebih safety karena sebelum diserahkan ke pemasan. Amir menguji kompornya berkali-kali untuk memastikan tidak ada yang bocor. “Dua hari saya coba dulu di rumah, sampai benar-benar saya yakin aman, baru saya serahkan ke pemesannya,” terangnya.

Kompor hasil modifikasi Amir pun jadi andalan kampungnya. Saat ada acara gawe (pesta, Red) keluarga yang membutuhkan alat masak yang banyak. Kompor gas modifikasi Amir selalu dicari. Karena itu, satu-satunya kompor gas modifikasi yang ia buat masih tersisa enggan ia jual.

“Saya lebih bahagia kompor ini dimanfaakan masyarakat untuk acara-acara pesta buat masak, setidaknya ilmu saya bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya puas. (bersambung/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks