alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Festival Begasingan Buka Mentaram Berolahraga 2019

MATARAM-Permainan tradisional gasing coba dipopulerkan kembali Pemkot Mataram. Melalui Mentaram Berolahraga, permainan ini bisa dirawat warga kota, meski di tengah kemajuan teknologi.

Ketua Panitia Begasingan Muzakkir Walad mengatakan, medio 1990 permainan gasing kerap ditemui di Ampenan. Pemainnya bukan saja anak-anak. Tapi juga orang dewasa ikut memainkan permainan dengan ciri khas berputar ini.

”Ini efektif sebagai saran silaturahmi,” kata Muzakkir.

Gasing rupanya tidak sekadar alat bermain. Lebih luas lagi, kata Muzakkir yang juga Camat Ampenan ini, ada nilai historis dalam gasing. Sebagai sarana penyebaran ajaran agama Islam di Lombok.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengapresiasi masuknya permainan gasing di Mentaram Berolahraga. Dia bahkan memuji warga kota dan komunitas yang terus berkomitmen menjaga permainan tradisional itu.

”Jarang sekali di masyarakat perkotaan. Kita berikan apresiasi, semoga tetap konsisten menjaga permainan tradisional ini,” kata Mohan.

Mohan menyebut, permainan gasing merupakan tradisi yang lahir dari kebiasaan orang tua. Mengekspresikan kebahagiaan. Di balik itu semua, ada nilai filosofi dan historis di dalam permainan gasing.

”Setelah mendengar penjelasan pak camat tadi, ada kedalaman makna di olahraga tradisional ini,” ucap Mohan yang juga menjabat Ketua KONI Mataram ini.

Mohan menilai sangat penting untuk mengenalkan olahraga gasing di tengah kemajuan zaman. Bagi mereka yang lahir medio 70-an dan 80-an, tentu ada kenangan terhadap gasing. Tapi tidak untuk anak-anak generasi Z. Lebih akrab dengan permainan di gawai canggih mereka.

Di permainan tradisional seperti gasing, ada perbedaan besar. Tidak seperti lomba di jenis olahraga mainstream lain. Olahraga tradisional berangkat dari rasa senang. Baru mencari kemenangan. Bukan menang dulu kemudian merasa senang.

”Secara psikologis, ini memberi dampak luar biasa untuk perkembangan mental,” ucap dia.

”Saya pikir perlu untuk kembali mempopulerkan olahraga tradisional. Terutama untuk anak-anak kita, itu jadi tantangan kita,” tambah Mohan.

Sementara itu, Ketua Panitia Mentaram Berolahraga H Asmudin mengatakan, ada sejumlah agenda olahraga di Mentaram Berolahraga. Melibatkan sekitar 20 cabang olahraga. Juga pelajar dan masyarakat.

”Termasuk olahraga tradisional begasingan ini,” kata dia.

Dengan Mentaram Berolahraga, Asmudin berharap ada bibit-bibit atlet yang muncul di antara peserta lomba. Sekaligus untuk mendorong semangat sportivitas dalam berolahraga. (dit/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks