alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Kepala SNVT PUPR NTB Terjaring OTT, Barang Bukti Rp 100 Juta

MATARAM-Polres Mataram kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, di kantor Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk Wilayah NTB, kemarin (25/9).

Dari pantauan koran ini, sekitar pukul 16.30 Wita, tim Satreskrim Polres Mataram telah menyegel ruangan Kepala SNVT Kementerian PUPR Wilayah NTB H Bulera. ”Pihak terkait sudah di Mapolres,” kata salah seorang penyidik sambil menyegel ruangan Kasatker SNVT Kementerian PUPR NTB.

Penyidik meminta kepada penjaga kantor untuk tidak membuka ruangan, sebelum ada perintah dari kepolisian. ”Ya, pak,” kata tukang jaga sambil mengunci pintu.

Tak lama berselang, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB I Gusti Bagus Sugiartha datang ke lokasi penyegelan. Dia mempertanyakan penyegelan yang dilakukan anggota polisi.

”Ada apa ini, kok ada penyegelan,” tanya Sugiartha.

Salah seorang yang berada di lokasi menjawab, ada OTT . Sehingga, Sugiartha pun melunak. Pihaknya langsung memberikan konfirmasi di tempat. ”Ini tidak ada hubungannya dengan kami,” kata Sugiartha.

Dia menjelaskan, SNVT NTB tugasnya mengerjakan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara, Dinas Perkim NTB hanya koordinasi.

”Koordinasinya hanya sebatas perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Sementara, Dinas Perkim NTB tak memiliki kewenangan untuk ikut campur dalam penentuan proyek.

”Tak bisa ikut campur kalau urusan proyek,” akunya.

Setelah keluar dari ruangan itu, tiba-tiba tim Satreskrim kembali datang. Tim masuk ke ruangan bidang keuangan SNVT NTB.

Di tempat itu, tim tidak membongkar berkas. Hanya menjemput seseorang. Diketahui, yang dibawa ke Mapolres adalah Heru Sujarwo. Pria itu merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Khusus SNVT Penyediaan Perumahan, Ditjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR NTB. Heru langsung menjalani pemeriksaan di ruangan unit tipikor Polres Mataram.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, tim satreskrim telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Bertempat di kantor SNVT Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR untuk NTB. ”Korupsinya terkait pembangunan rumah susun di Sumbawa,” kata Saiful, tadi malam (25/9).

Beberapa barang bukti yang disita saat OTT antara lain uang tunai dan dokumen. ”Kita amankan uang Rp 100 juta,” jelasnya.

Diduga, uang tersebut merupakan imbalan atas pengerjaan proyek rumah susun tersebut. Permintaan imbalannya sekitar 5 sampai 10 persen. ”Anggaran pengerjaan proyek rumah susun itu Rp 3 miliar lebih,” bebernya.

Pemberian uang dilakukan di ruangan Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR NTB. “Ya, penyerahan uangnya di dalam ruangan itu,” kata Kapolres.

Ketika ditanyakan terkait proses penangkapan tersebut, Saiful enggan menjelaskan dengan detail. Yang pasti, penangkapan tersebut berkat informasi dari masyarakat. Beberapa waktu yang lalu, pihaknya banyak menerima laporan. ”Sehingga kami melakukan tindakan hukum,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses pendalaman. Beberapa orang yang dibawa ke Polres masih dimintai keterangan. Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka pada kasus ini. ”Kita tunggu 1×24 jam baru kita pastikan ada tersangka dalam kasus ini,” kata dia.

Apakah Kepala SNVT dan saksi lain yang dibawa bisa dijadikan tersangka? Kapolres enggan membeberkan itu. ”Nanti akan digelar bersama penyidik dulu. Nanti kita tunggu proses supaya tidak salah langkah,” ujarnya.

”Nanti dulu ya,” kata Saiful sambil berjalan ke arah mobilnya.

Sementara itu, dari data Lelang Proyek Secara Elektronik (LPSE), tercantum lelang pembangunan rumah susun NTB 2. Dengan Satker, SNVT Penyediaan Perumahan NTB dengan kategori pekerjaan konstruksi.

Proyek tersebut sudah selesai dilelang dengan metode pengadaan e-Lelang Umum. Anggarannya dari Kementerian PUPR, APBN 2019. Nilai pagu paketnya, Rp 3.526.000.000.

Lokasi pengerjaan rusun di Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa. Pemenang tendernya inisial CV JU yang beralamat di Jalan Poros Jembatan, Jangka Pangkabinanga, Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan. (arl/r2/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks