alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Sembilan Polisi Resmi Ditahan Terkait Kasus Kematian Zainal Abidin

MATARAM-Pengusutan kasus kematian Zainal Abidin masih berjalan. Sembilan anggota polisi yang ditetapkan menjadi tersangka diperiksa secara marathon, kemarin (25/9).

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan. Sembilan anggota polisi itu langsung ditahan usai pemeriksaan. ”Saya sudah tandatangani surat penahanannya,” kata Kristiaji, kemarin (25/9).

Penetapan anggota polisi sebagai tersangka sudah melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Hasil gelar perkara, sembilan tersangka yang muncul melakukan tindakan kekerasan kepada Zainal Abidin. ”Sembilan orang itu berinisial NH, IWNS,HS, BBA,END, LA, IH, AS, dan MA. Pangkatnya brigadir semua,” jelasnya.

Rinciannya, tujuh anggota satlantas, satu dari Satreskrim, dan satu anggota kepolisian yang bertugas di Polsek KP3. Pemukulan dilakukan di tiga lokasi. ”Lokasi pertama di kantor Satlantas, kantor SPKT, dan ruang unit Pidum Satreskrim,” ucapnya.

Kesimpulan itu didapatkan dari keterangan saksi, tersangka, dan CCTV. Rencananya, penyidik juga akan melakukan rekonstruksi di Mapolres Lotim. ”Tetap kita lakukan rekonstruksi,” ujarnya.

Kristiaji menerangkan, belum ditentukan apakah para tersangka akan diberikan bantuan pendampingan hukum. Karena itu bukan wewenangnya untuk menjelaskan. “Nanti Kabidkum (Kepala Bidang Hukum) Polda NTB yang memiliki wewenang menjelaskan hal itu,” ucapnya.

Kabidkum Polda NTB Abdul  Azas Siagian mengatakan, proses pendampingan hukum belum ditentukan. Karena, harus menunggu permintaan pendampingan dari tersangka. “Belum ada permintaan pendampingan hukum dari tersangka,” kata Azas singkat.

Terpisah, penasihat hukum pelapor, Yan Mangandar mengatakan, pihaknya sudah mendampingi proses hukum dari pihak keluarga. Mereka merasa cukup puas dengan kinerja kepolisian yang sudah mengusut tuntas anggot yang memukul Zainal Abidin. ”Kita apresiasi kepolisian atas kinerjanya mengusut tuntas kasus ini,” kata Yan.

Diketahui, munculnya kasus berawal dari giat razia yang digelar Polres Lombok Timur dalam Operasi Patuh Gatarin 2019. Ihsan yang mengendarai motor Zainal terjaring operasi patuh, Kamis (5/9). Sepeda motornya ditahan di Satlantas Polres Lotim.

Selanjutnya,  Zainal dan Ihsan (keponakannya), datang ke Mapolres sekitr pukul 19.00 WIta. Tujuannya untuk mengambil sepeda motornya.

Setibanya, Zainal terlibat baku hantam dengan  salah satu anggota polisi. Hal ini membuat sejumlah polisi lainnya memukul Zainal. Korban sempat dilarikan ke RSUD dr R Soedjono, Selong dalam keadaan koma.

Namun sehari setelahnya, pihak rumah sakit menyatakan Zainal yang tak kunjung sadarkan diri sejak dibawa oleh petugas kepolisian, meninggal dunia pada Jumat (6/9) malam. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks