alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Biar Betah, Wisatawan Butuh Event

MATARAM-Anggota DPRD NTB angkat bicara atas hasil surve terbaru BI yang memaparkan tentang lama tinggal wisman di NTB rendah. Hanya tiga hari dan pengeluaran sekali perjalanan hanya Rp 5,5 juta sampai Rp 5,6 juta.

“Menjadi PR (pekerjaan rumah) lama pemerintah kalau soal ini,” kata anggota DPRD NTB Misbach Mulyadi, kemarin (25/11).

Ia menyebut, baik pemprov maupun pemkab-pemkot, masih berkutat pada potensi Sumber Daya Alam (SDA) saja. Belum secara kreatif menciptakan berbagai macam kreasi dan atraksi. Sebagai alasan wisman betah berlama-lama di NTB.

“Pemda kabupaten dan kota harus lebih kreatiflah, mereka ini yang punya wilayah,” jelasnya.

Tanpa kreativitas, rasanya sulit membangun branding pariwisata wisata yang kuat. NTB punya wisata halal, keindahan Rinjani tak diragukan. Pesona Senggigi dan KEK Mandalika tak bisa disangsikan.

Tetapi, jika tidak ada kegiatan tambahan wisman, kondisi ini akan tetap berulang. “Ya begini-begini saja, gak ada pengaruhnya pariwisata ini,” ujar Misbach.

Selain atraksi, konektivitas juga diperlukan. Di sinilah Pemprov NTB berperan. Melihat peluang negara-negara lain yang selama ini menjadi penyumbang terbesar wisman. Caranya, membuka lebih banyak penerbangan langsung. Seperti dari Tiongkok, Bangkok, dan Singapura ke Lombok.

“Selama ini kan ke Bali dulu, baru ke Lombok, kalau bisa langsung kita buat, itu lebih bagus,” kata dia.

Anggota DPRD NTB Nauvar Furqony Farinduan melihat, pariwisata Bumi Gora kurang dengan transportasi yang terintegrasi. Mulai dari bandara, penginapan sampai ke destinasi wisata.

“Hal-hal seperti ini luput dari penglihatan, padahal sebenarnya penting,” kata dia.

Belum lagi masing-masing destinasi wisata, jarang sekali tersedia transportasi. Padahal, tipe wisman yang liburan ke Lombok, paling banyak adalah backpacker. Ini juga harus menjadi perhatian serius.

“Kalau ini tersedia, bisa menjadi bahan cerita para wisman, mengajak yang lain datang ke Lombok,” terang politisi Gerindra ini.

Terkait buah tangan di destinasi wisata, pria yang kerap disapa Farin ini menjelaskan, masih jarang menunjukkan kekhasan. Bukan tidak ada, namun kurang menonjol. Jika kondisi ini diubah, dia yakin wisman pun siap merogoh kantongnya. “Mungkin bukan backpacker, wisman yang berbulan madu juga bisa,” ujarnya.

Banyak PR yang harus dituntaskan. Termasuk, infrastruktur memadai ke destinasi wisata. Tidak semua harus dipermak. Bisa dilihat mana yang lebih potensial.

“Perhatikan jembatan, kondisi jalan, bahkan PJU sekalipun,” terang Farin.

Pengelolaan kebersihan di destinasi wisata juga harus jelas. “Tugas pemda dan pemkot  bergerak,” kata dia.

Dia berharap, Pemprov NTB jangan terlalu bangga dengan tingginya angka kunjungan wisatawan. Karena, kunjungan wisman, harus punya dampak bagi ekonomi masyarakat.

“Ini berpengaruh atau tidak? Jelas berpengaruh, pada akhirnya ini tercermin dari lama tinggal itu,” pungkasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks