alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Feasibility Study Jembatan Lombok-Sumbawa Butuh Rp 12 Miliar

MATARAM-Pemprov NTB terus berupaya agar jembatan Lombok-Sumbawa bisa terealisasi. Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah mengatakan, pemerintah saat ini sedang merencanakan anggaran penyusunan Studi Kelayakan atau Feasibility Study ( FS).

“Pak bupati KSB sudah bersurat ke pak gubernur,” ujarnya, saat ditemui di DPRD NTB, kemarin (25/11).

Mantan Kepala Bappeda NTB ini menjelaskan, secara hitung-hitungan kasar, penyusunan ini butuh anggaran yang tidak sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 12 miliar. “Ancang-ancangnya segitu,” kata dia.

Diketahui, pra FS ternyata sudah lama rampung. Sekarang, masuk ke tahap FS. Ridwan menjelaskan, sebelumnya pemerintah belum berpikir terlalu jauh mengenai realisasi proyek ini. Karena Pemda KSB belum berhitung. Sehingga anggarannya tidak terakomodir di APBD 2020.

“Kemarin kan belum dihitung ya,” kata dia.

Tetapi, karena FS ini sebagai syarat untuk diajukan ke investor, maka pemerintah bergerak serius. “Maka kita (pemprov) menganggarkan ini di APBD Perubahan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kelak, jika jembatan yang menghubungkan Lombok-Sumbawa ini benar-benar layak, maka seluruh pembangunannya akan menggunakan skema pembiayaan dari investor.

“Sejauh ini yang investor dari Korea,” jelasnya.

penyusunan FS ini dinilai sangat penting. Meski hanya memuat bagian-bagian sederhana saja. “Ya lokasi, biaya, analisis sosial ekonomi, dampak masih banyak lagi,” ujarnya.

FS ini sebagai dasar atau bahan pertimbangan investor. Apakah serius menanamkan modalnya di proyek jembatan ini sepanjang 16,5 kilometer tersebut.

Investor juga melihat aspek kelayakan bisnis. Mengingat, jembatan ini akan beroperasi seperti layaknya jalan tol.

“Ini kan investasi besar, mau bikin BTN (perumahan) saja harus ada gambarnya,” terang Ridwan.

Jika terealisasi, waktu tempuh Lombok-Sumbawa dan sebaliknya, kurang dari 20 menit perjalanan. Selain itu, memudahkan pengembangan sektor pariwisata Pulau Sumbawa.

“Makanya proyek ini benar-benar mendapat perhatian dari pak gubernur,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks