alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

BPJS Ketenagakerjaan Gelar AWCF 2019

DENPASAR-BPJS Ketenagakerjaan menggeelar Asian Workers’ Compensation Forum (AWCF) 2019. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan lembaga-lembaga jaminan sosial di Asia dan mendiskusikan kebutuhan jaminan sosial bagi masyarakat di Asia. ”Kebutuhan akan perlindungan jaminan sosial bagi setiap individu merupakan hal penting yang mendasari tercapainya kesejahteraan hidup,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

 

Dalam memenuhi kebutuhan jaminan sosial yang baik, digelar seminar bersifat terbuka. Yang membahas perkembangan jaminan sosial ketenagakerjaan. ”Kegiatan ini dihadiri 100 orang yang berasal dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.

 

Fokus utama pertemuan yang diadakan di Laguna Hotel & Resort, Nusa Dua, Bali (22/1) membahas tren pengembangan perlindungan kecelakaan kerja. Dalam kondisi di tengah revolusi industri 4.0 yang sedang terjadi.  ”Kami menyambut baik kesediaan peserta seminar datang dan meluangkan waktunya membahas agenda penting bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Hadirnya pakar dan praktisi kesehatan kerja, akan memberikan pencerahan ke audiens yang hadir dalam menghadapi revolusi dalam industri. Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber berkompeten, di antaranya dari dalam negeri. Seperti perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Haiyani Rumondang dan Lena Kurniawati. Bappenas diwakili oleh Maliki , dan Kantor Staff Kepresidenan Bimo Wijayanto.

Baca Juga :  Bentrokan Antargeng di Penjara Ekuador Tewaskan Lebih dari 100 Orang

Sementara narasumber dari organisasi luar negeri di antaranya Datin Azlaily Abd Rahman (Malaysia) yang merupakan representasi dari International Sosial Security Association (ISSA), Markus Ruck (Jerman) mewakili ILO, dan Nobuaki Fujii (Jepang) dari JICA. Selain para praktisi dan ahli tersebut, turut hadir pula sebagai narasumber terkait kesehatan kerja, yaitu Dr. dr Dewi S Soemarko MS., SpOK dari Universitas Indonesia, dan Dr Erdy Techrisna Satyadi, MARS., MKK sebagai expert dalam bidang kesehatan kerja dari IDKI.

 

Turut hadir jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Hadirnya lembaga-lembaga jaminan sosial Asia, menjadi tonggak penting lahirnya inovasi-inovasi yang akan menguntungkan masyarakat, khususnya pekerja.  ”Kami akan terus berupaya mendorong segala sesuatu terkait dengan pemberian manfaat, seperti dari sisi regulasi,” tegasnya.

 

Ia juga berpesan, menduduki jabatan di bidang jaminan sosial bukan hanya tentang menciptakan inovasi dan memberikan masukan atas regulasi. Namun, sebagai individu peka terhadap isu sosial di sekeliling yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengajukan atau memberi masukan terhadap regulasi. ”Semoga kedepan memberikan semangat baru dan harapan lebih baik bagi pelaksanaan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” terangnya.

Baca Juga :  Penjualan Kain Tenun terus Meningkat

AWCF adalah sebuah organisasi internasional yang concern terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Khususnya terkait kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. AWCF pertama kali berdiri pada tahun 2012. Anggotanya terdiri dari 13 institusi penyelenggara jaminan sosial dari 10 negara di Asia.

Agus Susanto menjabat sebagai Chairman AWCF Ke-3 periode 2016-2018. Setiap 2 tahun sekali akan diadakan pemilihan Chairman AWCF dengan kandidat dari institusi-institusi jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia. Kegiatan dirangkaikan dengan mengadakan pemilihan Chairman Ke-4 AWCF periode 2018-2020. Semoga melalui kegiatan ini dapat mendorong lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia bergabung kedalam forum AWCF. ”Sehingga organisasi ini menjadi lebih besar, dan berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas ke depannya,” tandasnya. (nur)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/