alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Hiu dan Pari Terancam Punah

PRAYA-Hiu dan pari di  perairan Pulau Lombok, mulai langka dan hampir punah. Khususnya, jenis hiu paus dan pari manta. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI memastikan, akan mengeluarkan regulasi pembatasan penangkapan, bahkan larangan keras.

“Konsepnya, sedang difinalisasi,” beber Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut KKP Andi Rusandi, dalam diskusi ilmiah di Novotel Resort Desa Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, kemarin (25/2).

Larangan tersebut, bebernya lagi mencakup 20 juta hektare (ha), kawasan konservasi perairan di seluruh Indonesia. Saat ini, pemerintah juga sedang melaksanakan rencana aksi nasional konservasi dan pengelolaan hiu dan pari. Salah satunya, di perairan Pulau Lombok dan sekitarnya.

Dalam diskusi ilmiah itu, turut hadir perwakilan pemerintah dan pemerhati konservasi keanekaragaman hayati laut dari Malaysia, Papua, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timur Leste. “Kalau di Lombok, lokasi penangkapan terbesar di Tanjung Luar Lombok Timur,” sambung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Lalu Hamdi.

Jumlahnya, beber Hamdi 320 ton per tahun untuk jenis hiu. Kemudian, 270 ton per tahun untuk jenis pari. Hanya saja, para nelayan tidak tahu, mana hiu dan pari yang dilindungi. Untuk itulah, perlu bantuan pihak ketiga, guna memberikan penjelasan dan pemahaman kepada mereka. Termasuk, mencari data jumlah populasi kedua ikan yang dimaksud.

“Sehingga, inilah pentingnya kegiatan kita hari ini (Senin, kemarin),” cetus Direktur Eksekutif Sekretariat Regional Coral Triangle on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) Hendra Yusran Siry.

CTI-CFF, terang Hendra merupakan lembaga kerja sama enam negara. Tujuannya, untuk membantu pemerintah menjaga, melindungi dan meningkatkan populasi keanekaragaman hayati laut. “Diantaranya, hiu dan pari,” ujarnya.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks