alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Jaksa Kembalikan Berkas Basuki

MATARAM-Jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram mengembalikan berkas milik Lalu Basuki Rahman ke Polres Mataram. Ada sejumlah petunjuk yang diberikan jaksa peneliti dan harus dipenuhi penyidik tipikor untuk berkas dinyatakan lengkap atau P21.

Kasipidsus Kejari Mataram Anak Agung Gde Putra mengatakan, karena berkaitan dengan materi penyidikan, petunjuk ke penyidik tak bisa dibeberkan. Pastinya, kekurangan dalam berkas harus dilengkapi penyidik sebelum berkas dilimpahkan kembali.

”Itu hasil penelitian jaksa. Karena masih ada kurang, kita kembalikan lagi,” kata Gde Putra, kemarin (25/2).

Setelah pengembalian berkas Basuki, jaksa menerima pelimpahan tahap satu milik Silmi dan Muhammad Ikbaluddin. Ketiga tersangka tersangkut kasus korupsi pemotongan dana rehabilitasi masjid pascagempa dari anggaran Kemenag NTB.

Gde Putra mengatakan, jaksa peneliti memiliki waktu selama 14 hari untuk menelaah berkas milik Silmi dan Ikbal. ”Outputnya nanti ya (berkas) lengkap atau tidak. Kalau tidak (lengkap), jaksa kembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi kekurangannya,” jelas dia.

Di kasus ini penyidik tidak menggunakan auditor untuk menghitung kerugian negara. Ini tak terlepas dari latar belakang kasus yang berawal dari tangkap tangan terhadap tersangka Basuki.

Kan OTT, tidak perlu audit kerugian negara,” kata Kasatreskrim Polres Mataram AKP Joko Tamtomo.

Mengenai pengembalian berkas Basuki, Joko menyebut penyidiknya akan segera melengkapi kekurangannya. Petunjuk jaksa dipenuhi agar berkas bisa dinyatakan lengkap dan tersangka bisa menjalani proses peradilan.

Terungkapnya pemotongan dana rehabilitasi masjid pascagempa berawal dari tangkap tangan terhadap Basuki. Tersangka meminta fee dana bantuan rehabilitasi kepada sejumlah pengurus masjid. Salah satunya masjid Baiturrahman, di di Dusun Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar).

Ada lebih dari 13 masjid yang dana bantuannya disunat para tersangka. Dari jumlah tersebut, penyidik tipikor berhasil mengamankan uang sejumlah Rp 95 juta. Rinciannya, Rp 30 juta dalam bentuk tunai dan Rp 65 juta berada di rekening.

Pola korupsi dana bantuan masjid dilakukan dengan berjenjang. Bermula dari perintah Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB H Silmi kepada Kasubbag TU Kemenag Lobar Muhammad Ikbaluddin. Dari Ikbal, perintah tersebut diteruskan kepada staf KUA Gunungsari, Lalu Basuki Rahman untuk meminta fee kepada pengurus masjid.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks