alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Lebih Dekat dengan Amiruddin ‘Pawang’ Kompor Gas Lulusan SMA : Tangan Terbakar Sudah Biasa, Anggap LPG Teman Karib

Peristiwa demi peristiwa meledaknya tabung gas LPG, cukup jadi cerita horor yang menciutkan nyali siapa. Sebaliknya Amir menganggap tabung gas dan kompor sudah layaknya kawan yang memberi rezeki bagi ia dan keluarga kecilnya.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

=================================

SEBELUM akhirnya Amiruddin memilih membuka usaha “Service Kompor The Sisok” ia sudah lebih dulu. Diminta bantuan oleh para tetangga untuk mengutak-atik kompor mereka yang tak bisa menyala.

“Maklum warga takut salah utak-atik, nanti malah kompornya meledak,” kisah Amir.

Pria yang beken di sapa Amir Beleq Kekah itu akhirnya meyakini. Jalan rezekinya ada di ‘perkawanannya’ dengan tabung gas LPG dan Kompor Gas. Sejak itu, Amir merasa pengalamannya sungguh tak sia-sia .Selama dua tahun menjadi konsultan LPG di Singaraja, Bali.

“Pengalaman adalah guru yang terbaik,” ungkapnya.

Berkawan dengan benda berbahaya seperti itu, bukan tanpa risiko. Bila ia tak benar-benar paham ‘psikologi’ kompor dan tabung LPG, tentu Amir akan memilih hidup seperti warga kebanyakan. Mengindari sejauh-jauhnya bila ada tabung gas LPG tiba-tiba mermasalah.

Rasanya berita dari berbagai pelosok negeri, bagaimana kengerian tabung gas melon–LPG 3 Kilogram (Kg)–meledak dan memangsa nyawa pemilik rumah. Tanpa sempat menyelamatkan diri, cukup membuat siapa saja akan menciut nyalinya. Bak kerupuk terendam air.

Lihat saja, bagaimana aksi salah satu anggota gang Sisok ini, saat melakukan demonstrasi penanganan LPG. Saat kompor tengah menyala, Amir malah nekat memotong selang regulator yang jaraknya sangat dekat dengan api kompor.

“Menurut anda (wartawan, Red) apinya bakal nyambar tidak ke selang ini?” ujarnya.

Melihat Amir hendak memotong selang, rasanya buru-buru ingin melompat dan kabur. Tapi dengan entengnya, ia meminta Lombok Post tetap diam di tempat. Menurutnya, api tak akan menyambar selang LPG itu. Karena regulator yang ia jual, secara otomatis akan menutup aliran gas.

“Tenang api tak akan nyambar,” ujarnya enteng, melihat Koran ini siap-siap kabur.

Oke! Regulator semacam itu, mungkin bekerja otomatis menutup saat mendeteksi ada kebocoran. Tapi bagaimana kalau regulator yang akan ia pakai untuk demonstrasi itu, ternyata cacat dari pabrik? Dengan kata lain penutup otomatisnya tidak akan bekerja. Apa nyawa tidak jadi taruhannya?

Belum lagi, sempat terjawab pertanyaan dalam pikiran, pisau karatan milik Amir telah memotong selang regulator. Dan …

Csss!

Api di kompor padam. Regulator itu ternyata bekerja dengan baik. Langsung menghentikan aliran gas, begitu selang terpotong. Alhamdulillah, semua aman. Benar-benar percobaan yang ekstrem! Tanpa pengaman sedikitpun. Cuma modal nyali doang! Huftt…

 Tapi tahukah Anda, bagi Amir itu hanya percobaan sederhana saja. Bahkan lebih ekstrem, ia pernah melakukan percobaan yang lebih horor. Di dalam ruangan. Ia membuka regulator dan meniup sisa gas di dalam selang. Kemudian menyalakan kompor. Lalu menggulingkan tabung LPG-nya. Kurang horor apa coba?

“Memang yang bahaya itu kalau di dalam ruangan, sebab gas bisa mengendap di sana, kalau menyalakan api bisa meledak,” ungkapnya.

Bermain dengan kompor gas, LPG, dan api bukan tanpa risiko. Tangannya pun pernah tersambar jilatan api dan terbakar. Tapi bagi pria yang kini kerap jadi langganan service kompor katering ini, itu biasa. Risiko berdekatan dengan api.

“Tangan saya pernah terbakar,” kisahnya.

Keberaniannya itu, rasanya tak sepadan dengan tarif jasa service yang ia berikan. Amir menarik rata-rata Rp 30 ribu untuk perbaikan satu kompor gas. Di luar harga sparepart. Tapi ia punya keuntungan investasi sosial yang harganya tak sebanding dengan materi. Yakni keberanian untuk bereksperimen dan membuat karya yang tiada duanya.

Di tulisan pertama, Lombok Post telah membahas mahakarya Amir yang berhasil mengubah kompor minyak tanah merk Hock menjadi kompor gas delapan tungku.

“Dan itu telah dipakai banyak orang terutama yang mau begawe (pesta, Red),” ungkapnya puas.

Dari jual beli sparepart, service, dan keberanian bermain dengan LPG itu, Amir bisa menghidupi keluarga kecilnya. Amir pun tak pelit berbagi ilmu bagaimana menjinakan gas LPG dan kompor dengan membuka fanpage di Facebook: Service Kompor The Sisok.

Bagaimana, Anda tertarik akrab dengan kompor gas dan LPG? Siapkan nyali dan belajarlah pada ahlinya.

“Intinya tetap tenang dan selalu waspada,” sarannya. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks