alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Polisi Mengaku Belum Temukan Tindak Pidana Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Madrasah

MATARAM-Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan buku madrasah belum menunjukkan titik terang. Polda NTB bahkan mengaku belum menemukan indikasi adanya perbuatan melawan hukum (PMH) selama proses penyelidikan yang telah dilakukan.

”Hasil keterangan saksi-saksi, unsur itu belum kita temukan,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin.

Proses penyelidikan, disebut Syamsudin, telah dilakukan dengan memeriksa sejumlah pihak terkait. Dari pejabat Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat wilayah hingga kabupaten kota. Penyelidik juga diketahui sudah mengklarifikasi beberapa kepala madrasah.

Terakhir, kepolisian juga mengklarifikasi perusahaan penerbit buku di Jakarta. Belum ditemukannya PMH, bukan berarti penyelidikan langsung berhenti.

”Ini kan kasus korupsi. Kita tidak bisa sembarangan juga. Harus hati-hati, (penyelidikan) berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dokumen yang diperoleh,” ujar dia.

Dugaan pengkondisian sistemik atau kongkalikong dalam proses pengadaannya, juga tidak ditemukan penyelidik saat proses klarifikasi. Masalah tersebut sebelumnya muncul dari temuan Ombudsman RI (ORI) Perwakilan NTB.

Hasil klarifikasi menyebutkan tidak adanya penunjukan dalam proses pengadaan tersebut. Pengadaan buku dilakukan langsung oleh madrasah menggunakan dana BOS. Anggaran tersebut ditransfer ke masing-masing madrasah.

Meski belum menemukan unsur yang mengarah pada perbuatan korupsi, kepolisian mengaku belum menghentikan penyelidikan. Syamsudin mengatakan, penanganan kasus tersebut masih terus berlanjut.

”Kita tetap upayakan untuk mencari unsur-unsur korupsinya,” tandas Syamsudin.

Penyelidikan dugaan korupsi ini tak terlepas dari temuan ORI NTB. ORI NTB menyebutkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang serta maladministrasi dalam proses pencairan dana BOS untuk pengadaan buku di 2.256 madrasah.

Kuat dugaan terjadi proses pengkondisian secara sistemik untuk pembelian buku K13. Pengaturan dilakukan mulai dari pembelian hingga penyalurannya. Ribuan madrasah tersebut, juga diduga dipaksa untuk membeli buku.

Dalam hasil investigasi ORI NTB, PT AK merupakan perusahaan penyalur tunggal dalam proses pembelian buku kurikulum 2013, dengan total nilai sekitar Rp 239 miliar.

ORI NTB sendiri mendapatkan banyak bukti maladministrasi. Juga mengenai dugaan korupsi. Bukti ini diperoleh dari hasil pemeriksaan pejabat Kemenag NTB hingga madrasah.

Bukti tersebut tidak saja mengenai dokumen. Ombudsman juga mendapat bukti percakapan via chat whatsapp dari sejumlah madrasah. Isinya mengenai upaya paksaan untuk pembelian buku yang dilakukan 2.256 madrasah.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks