alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

24 Dirawat di RS Bhayangkara, 3 di RSUP NTB

KERICUHAN yang terjadi dalam aksi unjuk rasa di DPRD NTB menyebabkan puluhan mahasiswa harus mendapatkan perawatan. Tercatat 24 orang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan 3 orang di RSUP NTB. Rata-rata mereka terkena gas air mata.

Pantauan koran ini di RS Bhayangkara, beberapa ambulans mondar-mandir dengan bunyi sirine.  Bahkan, ambulans tersebut melawan lajur di Jalan Langko. Itu untuk mempercepat perawatan medis bagi mahasiswa.

IGD RS Bhayangkara penuh oleh mahasiswa. Bahkan, para mahasiswa yang menjadi korban demo juga dirawat di lorong. Mereka menutup wajahnya menggunakan almamaternya masing-masing. Beberapa di antara mereka mendapatkan bantuan pernapasan. Ada juga yang diinfus.

Juru Bicara RS Bhayangkara Kompol I Wayan Redana mengatakan, para mahasiswa yang mendapatkan perawatan disebabkan beberapa faktor. Kepanasan karena berdesak-desakan saat demo, belum sarapan, dan ada juga yang terkena gas air mata. ”Mereka pingsan saat terkena gas air mata. Ada juga yang sesak karena sulit bernapas saat aksi demo,” kata Redana.

Mereka yang sudah dirawat diperbolehkan pulang. Ada yang dijemput keluarga dan rekan-rekannya. ”Totalnya, ada 24 orang yang dirawat. Semua mahasiswi. Tidak ada yang laki-laki,” ujarnya.

Redana mengatakan, tidak ada mahasiswa yang luka akibat bentrokan dengan kepolisian. Tidak mahasiswa yang luka parah dari aksi demo itu. “Semua murni karena kecapekan, tidak sarapan, lemas, dan pingsan. Apalagi, mereka juga kena gas air mata,” bebernya.

Sopiana, mahasiswa yang juga ikut aksi mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara.  Dia mengaku, pingsan saat ikut demo. Karena, saat anggota polisi menembakkan gas air mata, massa bubar menghidarkan diri. ”Saya yang berada ditengah malah kehimpit teman lain. Lalu gas air mata cukup dekat. Mata saya perih, pusing, sehingga saya pingsan. Bangun-bangun sudah ada disini (RS Bhayangkara),” kata Sopiana.

Sementara, mereka yang dirawat di RSUP NTB, tiba sekitar pukul 15.00 Wita. “Dievakuasi langsung oleh petugas medis di sana (DPRD NTB) karena ada keluhan kena gas air mata,” kata Kepala Sub Bagian Humas RSUP NTB Solikin.

Ketiga korban adalah dua wanita dan satu pria. Masing-masing berasal dari perguruan tinggi yang berbeda. Dari Unram, UMMAT, dan UIN Mataram. Ketiganya langsung ditangani dokter jaga IGD.

Setelah kondisi mereka membaik, dokter jaga IGD memperbolehkan mereka pulang dan disarankan untuk beristirahat. Karena ketiga korban itu datang menggunakan ambulans, maka RSUP NTB mengantar mereka kembali ke DPRD NTB. “Kami ingatkan untuk pulang dan langsung istirahat,” tandasnya. (arl/yun/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks