alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Sistem Rumit Bandar Sabu Abian Tubuh

MATARAM-Satresnarkoba Polres Mataram melakukan reka ulang penggerebekan rumah sabu di Lingkungan Abian Tubuh Utara, Kelurahan Cakra Selatan Baru, Kota Mataram, kemarin (27/3). Polisi menghadirkan tiga tersangka, yakni Gebur; Kurna; dan remaja berinisial GY.

Ada 17 adegan yang diperagakan tersangka. Adegan pertama dimulai saat GY masuk ke salah satu ruangan tempat penjualan sabu. Selanjutnya, GY melayani sejumlah pembeli yang memasukkan uang melalui pipa.

Sistem pembelian sabu di rumah milik Wawan, serupa dengan mesin ATM. Pembeli masuk ke sebuah ruangan dengan ukuran sekitar 1×1,5 meter. Ruangan ini terletak di luar rumah dengan pintu dari besi.

Di dalam ruangan, terdapat tiga lubang. Dua lubang berfungsi sebagai sarana transaksi sabu. Satu lubang lagi terdapat kamera CCTV yang menyorot langsung ke wajah pembeli.

Transaksi dilakukan saat pembeli memasukkan uang dengan nominal tertentu ke dalam pipa yang ujungnya berada di ruangan GY. Setelah uang diterima, GY akan memberikan poketan sabu kepada pembeli. Juga melalui saluran pipa, namun diameternya lebih kecil dari pipa uang.

Dalam transaksi ini, pembeli tidak bertatap muka dengan penjual. Sebaliknya, GY mengetahui dengan jelas siapa orang yang membeli sabu. Ini terlihat dari adanya lubang kecil yang dipasangi kamera pengawas, tepat di atas lubang uang dan sabu.

GY memperagakan empat adegan transaksi sabu dalam reka ulang kemarin. Selanjutnya, di adegan kelima dan keenam, datang tersangka Kurna dan Gebur ke dalam ruangan. Saat masuk, Gebur melihat melalui CCTV sejumlah anggota polisi datang.

Peristiwa tersebut berlangsung cepat. Gebur kemudian menyuruh GY untuk mengunci pintu ruangan transaksi sabu pada adegan ketujuh.

Setelah itu, Kurna dan Gebur mengambil seluruh poketan sabu dan menaruhnya ke dalam wastafel. Dengan menggunakan alat penyemprot api, kedua pelaku membakar sabu tersebut.

”Membakar sabu itu ada di adegan ke-10,” kata Kasatresnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi.

Kadek menerangkan, reka ulang kemarin untuk pemberkasan ketiga tersangka. Memperjelas bagaimana kondisi di lapangan ketika polisi melakukan penggerebekan di rumah tersebut.

”Untuk pemberkasan saja, karena itu kita minta jaksa juga untuk hadir,” ujar dia.

Sementara itu, penasihat hukum tersangka, Fauzia Tiaida mengatakan, kehadirannya hanya sebatas mendampingi proses reka ulang. ”Sesuai dengan informasi penyidik, kita juga hadir untuk melihat,” sebut Fauzia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks