alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Berkunjung ke Sekolah Cinta Bahasa Milik Yoshida Chandra

Sekilas minimarket di Jalan Sanggingan 88, Ubud, Bali, itu tampak biasa saja. Lebih mirip sebuah rumah teduh dengan banyak tumbuhan. Namun, begitu naik ke lantai 2, sekat-sekat di dalam ruangan menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah kelas-kelas di sebuah sekolah. Tempat itulah ladang bagi Yoshida Chandra membumikan bahasa Indonesia. Namanya Sekolah Cinta Bahasa.

———

Dari balik kaca-kaca jendela, lamat-lamat terdengar percakapan antara beberapa murid dan guru yang berwajah sangat Indonesia. Murid-murid tersebut didominasi ekspatriat dan turis. Sekolah bahasa Indonesia itu didirikan Ochie, sapaan Yoshida, pada 2011. Sudah lebih dari 500 murid yang pernah menimba ilmu di sekolah itu. Sebagian besar adalah ekspatriat.

”Ada empat tingkatan kelas di sini. Beginner (pemula), pre-intermediate (pra lanjutan), intermediate (lanjutan), hingga advance (mahir),” jelas Ochie saat disambangi wartawan Jawa Pos Mariyama Dina 15 Oktober lalu. Saat ini ada 15 tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Lahirnya Sekolah Cinta Bahasa itu berawal dari keresahan Ochie. Sejak kepindahannya ke Bali pada 2010 untuk menjadi relawan di ajang Ubud Writers & Readers Festival, perempuan berdarah Padang tersebut merasa terlalu banyak orang yang mengajaknya berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. ”Setelah beberapa bulan kok capek juga kalau berbahasa Inggris terus setiap hari. Terus aku tanya ke teman-temanku (ekspatriat), kenapa kok mereka nggak pakai bahasa Indonesia saja?” ceritanya.

Kebanyakan alasan mereka adalah belum sempat belajar karena kesibukan pekerjaan atau urusan keluarga lainnya. Padahal, menurut Ochie, alangkah baiknya jika komunitas ekspatriat itu lebih berbaur dengan warga lokal. ”Yang ekspat sungkan karena belum bisa bahasa Indonesia. Sedangkan warga lokal merasa bahasa Inggrisnya belum bagus,” jelasnya.

Misi menjembatani kaum ekspatriat dengan warga lokal itulah yang mengantar Ochie bertekad mendirikan sekolah bahasa. Menurut dia, orang Indonesia itu mudah sekali akrab jika orang asing mau mempelajari bahasanya. ”Coba kamu ketemu turis. Terus tiba-tiba dia bilang halo apa kabar, Mbak! Itu senangnya bukan main kan? Padahal, mungkin kalimat tersebut adalah satu-satunya yang dihafal turis tadi,” sambungnya.

Jadilah, pada 2011, bersama sang suami Stephen DeMeulenaere, Ochie mendirikan Sekolah Cinta Bahasa. Ochie kemudian lebih sering menekuri KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ketika mulai getol mempelajari lebih dalam bahasa Indonesia. Apalagi, latar belakang akademisnya adalah sarjana sastra Inggris dari Universitas Andalas.

Tetapi, dalam mengajar, Ochie tidak melakukannya secara teoretis sama dengan sekolah formal. Misalnya belajar SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan) dulu atau semacamnya. Tapi langsung ke percakapan terapan yang bisa dipraktikkan langsung begitu keluar dari kelas. ”Mulai beli sesuatu di toko, berbicara dengan stafnya, sampai percakapan yang jamak terjadi di kantor imigrasi,” terusnya.

Seiring bertambahnya pengalaman dalam mengajar, Ochie memilih menyusun silabusnya sendiri. Dia tidak ingin belajar bahasa itu menjadi beban. ”Nah, waktu penyusunannya (silabus) tentu ada trial and error-nya. Kami memetakan apa saja kebutuhan orang asing dalam mempelajari bahasa,” lanjutnya.

Yang paling susah dialami saat Ochie dan timnya harus meraba-raba materi mana yang lebih dulu diajarkan. Misalnya belajar keterangan waktu atau harga dulu ketika bertransaksi. Lalu mendahulukan panggilan atau sapaan.

”Oh, ternyata setelah dicoba, kami harus mengajarkan angka dulu, baru cara menawar. Dan susunan (silabus) itu pun masih terus kami evaluasi sampai sekarang,” kata perempuan kelahiran 16 Juni 1982 tersebut.

Mereka yang belajar di Sekolah Cinta Bahasa pun mengaku senang karena lebih mudah mempelajari bahasa Indonesia. David Hanks, salah seorang ekspatriat, bercerita bahwa bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari ketimbang bahasa Rusia dan Jepang. ”Terkadang ada hal kecil yang seharusnya simpel, tapi jadi susah banget,” ujar David. Salah satunya adalah kata berlari yang memiliki huruf r dan l berurutan. ”Karena di tempatku kita nggak mengulang r dan l berurutan,” jelas dia, kemudian kembali berlatih mengucapkan kata tersebut berkali-kali.

Sekolah Cinta Bahasa sudah membuka satu cabang di Sanur. Ochie berharap semua ekspatriat yang bekerja dan tinggal di Indonesia wajib bisa berbahasa Indonesia. Karena itu, dia ingin bisa bekerja sama dengan badan-badan yang membina BIPA (bahasa Indonesia bagi penutur asing) dan institusi terkait di dalam dan luar negeri. ”Dari situ saya ingin pemerintah sadar bahwa tes BIPA itu penting dilakukan bagi ekspat yang ingin bekerja dan tinggal dalam waktu lama di Indonesia,” tuturnya. (*/c9/cak/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks