alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Para Pembunuh Bayi Tak Tersentuh

Mereka sebenarnya berhak hidup. Tetapi, orang tua mereka terlampau kejam dan tega membunuh. Mayat bayi-bayi tak berdosa itu dibuang seperti sampah. Sayang dari serangkaian kasus pembuangan dan pembunuhan bayi yang terjadi, para pelaku seolah tak tersentuh.   

===

Maret lalu, dalam dua hari berturut-turut dua mayat bayi ditemukan. Selasa (12/3)  warga menemukan mayat bayi di aliran sungai Jangkuk, Lingkungan Lendang Re, Sayang-sayang, Cakranegara. Kondisi mayatnya masih segar. Karena, mayat bayi itu masih memiliki tali pusar

Sehari kemudian mayat bayi lainnya ditemukan di aliran Sungai Lingkungan Geguntur, Jempong Baru, Sekarbela Mataram. Kondisi bayinya juga masih sama. Hingga kini pelaku tak diemukan.

Malah pekan lalu pembuangan bayi tak bernyawa  kembali terjadi. Kali ini, lokasinya di wilayah Tanjung Karang, Kota Mataram.

Bayi itu pertama kali ditemukan salah seorang warga dalam dus.

 ”Mayat bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara,” kata Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah.

Sampai sejauh ini polisi belum menemukan pelakunya. Polisi beralasan belum ditemukan saksi yang melihat orang yang membuang kardus berisikan bayi tersebut. ”Kita masih melakukan pendalaman,” ujarnya.

Pihaknya juga belum mendapatkan laporan hasil autopsi. Begitu juga hasil tes DNA-nya belum didapatkan dari dokter ahli.“Belum kita dapatkan hasil dari rumah sakit,” bebernya.

Dia berharap, dari hasil autopsi itu ada petunjuk lain. Sehingga, pelakunya ditemukan. ”Kalau ada dugaan pelaku nanti kita kembangkan,” kata dia.

Dari tiga peristiwa pembuangan bayi yang terjadi sejak Januari hingga Oktober ini pelakunya belum juga ditemukan.

Juru Bicara Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB AKP I Wayan Redana mengatakan, bukan wewenang dari pihak rumah sakit untuk menjelaskan terkait dengan pelaku. Dokter hanya dimintakan koordinasi untuk melakukan autopsi. ”Dari hasil autopsi itu, dapat diketahui penyebab kematiannya dan berapa lama kematiannya,” kata Redana.

Dari hasil autopsi tersebut juga dapat dipastikan, apakah bayi itu mati setelah lahir atau mati saat masih di dalam kandungan. “Mengenai teknis pembuktiannya hanya dokter yang mengetahuinya,” ujarnya.

Setelah ada kesimpulan dari dokter, pihaknya nanti akan melaporkan ke penyidik. Sehingga dapat dikembangkan. ”Nanti penyidik yang mengembangkan,” kata dia.

Jika penyidik telah menemukan tersangka baru bisa dilakukan tes DNA. Langkah itu untuk mencocokkan apakah DNA bayi dengan tersangka cocok atau tidak. “Kalau sekarang mana bisa dilakukan cek DNA,” ungkapnya.

Proses cek DNA itu juga cukup panjang. Ada metode-metode yang dilakukan. “Tetapi yang bisa menjawab hanya dokter spesialis,” kata dia.

Dokter forensik RS Bhayangkara Polda NTB dr Arfi Syamsun SpF mengatakan, dia sudah memeriksa mayat bayi yang ditemukan pekan lalu. Dia menjelaskan, mayat bayi masih segar. Sehingga, lebih mudah dilakukan autopsi. “Yang sulit kita autopsi, ketika mayat bayi telah membusuk,” kata dokter Arfi.

Mayat yang sudah membusuk organnya sudah berubah. Sehingga, sulit untuk melakukan identifikasi.

Tetapi, ada metode untuk bisa mengetahui penyebab kematiannya apabila mayatnya sudah membusuk. Yakni dengan pemeriksaan lanjutan. “Nanti bisa menggunakan mikroskop,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, penyebab kematian bayi X itu karena organ di otaknya sudah tidak berfungsi. Biasanya penyebabnya karena sang ibu bekerja terlalu keras atau meminum obat penggugur kandungan. ”Itu penyebab bayi meninggal,” ujarnya.

Dia belum menyimpulkan apakah bayi tersebut meninggal murni karena pekerjaan ibunya  atau karena obat penggugur. ”Memang ada cara menggunakan obat. Kami juga tahu nama obatnya. Tetapi, kami tidak etis menjelaskannya,” ujarnya.

Dokter yang sudah 10 tahun menjalani autopsi mayat itu mengatakan, selama dia melakukan autopsi mayat bayi, kebanyakan organ otaknya sudah tidak berfungsi. ”Makanya kalau kami lakukan autopsi terhadap bayi yang kita lihat pertama kali adalah organ di otaknya,” ujarnya.

 Apakah ada dugaan karena menggunakan obat penggugur kandungan?. Menurutnya, bisa saja seperti itu. Karena, fungsi obat penggugur kandungan itu berfungsi mengkontraksi rahim bukan pada waktunya. ”Sehingga, menyebabkan bayi yang masih dalam kandungan lebih cepat keluar,” bebernya.

Sementara itu, untuk mengungkap kasus pembuangan bayi merupakan wewenang dari penyidik. Pihaknya hanya berkoordinasi untuk membuktikan secara medis. ”Kita bisa ungkap melalui cek DNA,” ujarnya.

Melalui tes DNA bisa diketahui siapa ibu dari bayi tersebut. Begitu juga dengan bapaknya. ”Dengan catatan penyidik sudah menangkap tersangka atau seseorang yang diduga membuang bayi,” ujarnya.

RS Bhayangkara Tangani Tujuh Kasus Sejak Januari

Wayan Redana mencatat ada sebanyak 15 permintaan melakukan autopsi. Tujuh diantaranya merupakan kasus pembuangan bayi. “Semua itu wilayah hukum Polres Mataram, Lobar (Lombok Barat), dan Loteng (Lombok Tengah),” kata Redana.

Dibanding tahun lalu, kasus pembuangan mayat bayi meningkat. ”Kalau tidak salah tahun lalu ada tiga kasus atau empat kasus,” jelasnya.

Biasanya, pelaku yang melakukan tindakan tersebut melakukan tindakan tersebut diluar nikah. Dan terjadi konflik asmara atau untuk menutupi aibnya harus membuat bayi dalam kandungannya. ”Motif pelaku biasanya seperti itu,” kata dia.

”Saya berharap, ke depan, kasus pembuangan mayat bayi lebih sedikit,” harapnya.

dr Arfi Syamsun SpF mengatakan, tahun ini sebanyak delapan mayat bayi yang sudah dilakukan autopsi. Itu dilakukan diseluruh NTB. “Itu baru dari saya saja. Karena dokter spesialis itu ada dua orang. Belum dihitung dari rekan saya itu,” kata dokter Arfi.

Tahun ini,  Arfi juga sudah tiga kali bertindak sebagai saksi ahli di persidangan. Dua kali di Loteng, dan satu kali di Lotim. ”Di sini (Mataram) belum menjadi saksi tahun ini. Mungkin karena pelakunya belum diketemukan,” ujarnya. (suharli)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.
Enable Notifications.    Ok No thanks