alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Penyidik Telusuri Aset Tersangka Penilap Dana Gempa

MATARAM-Tersangka kasus korupsi dana rehab-rekon rumah korban gempa bumi, Indrianto, terancam dimiskinkan. Kini, pihak kepolisian terus menelusuri aset yang dimiliki bendahara Pokmas Repok Jati Kuning, Dusun Jati Mekar, Desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat, tersebut.

”Katanya, pelaku ini membeli mobil dan sebidang tanah. Semua itu masih kita telusuri,” kata Kasatreskrim Polres Mataram AKP Joko Tamtomo kepada wartawan, Sabtu (26/10).

Jika memang benar asetnya ada, tegas Joko, penyidik akan mengambil tindakan hukum. Asetnya akan disita. ”Itu nanti akan menjadi barang bukti,” tegasnya.

Joko mengatakan, di Pokmas Repok Jati Kuning terdapat 70 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan bantuan. Masing-masing mendapatkan Rp 25 juta. ”Itu khusus bantuan untuk rumah rusak sedang. Totalnya, Rp 1,75 miliar,” rincinya.

Penyaluran dana korban gempa dilakukan tiga tahap. Tahap pertama dan kedua dicairkan lancar. ”Di tahap ketiga malah macet,” bebernya.

Pencairan anggaran di tahap ketiga itu, jumlahnya Rp 500 juta. ”Dari temuan sementara, ada Rp 410 juta yang tidak mampu dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Atas dasar itulah, Indrianto kemudian diamankan ke Mapolres Mataram pada Jumat (25/10) pukul 18.00 Wita. Dia diamankan bersama Ketua Pokmas H Mahdi dan Sekretaris Mahdan. Indrianto terancam pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun, serta pidana denda paling banyak Rp 750 juta.

Dari pemeriksaan awal, Indrianto baru mengaku, dana gempa itu digunakan untuk judi online. Tak hanya itu, dia juga menghabiskan uang untuk bermain Forex.

Akibat dari perbuatannya itu, Indrianto harus mendekam di balik jeruji besi. Ia ditahan di Rutan Mapolres Mataram.  Saat ini, statusnya sudah tersangka.

Namun hingga kemarin, belum ada pengembangan tersangka lain. Semua masih ditelusuri. ”Kita masih dalami aliran dana itu. Apakah ke ketua, sekretaris, maupun kepala desanya,” jelas Joko.

Pekan ini, penyidik mengagendakan pemeriksaan beberapa saksi. Termasuk, juga 70 KK yang mendapatkan bantuan dana rehab rekon. ”Pasti kita periksa juga penerimanya,” kata dia.

Terpisah, menanggapi kasus ini, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, siapapun yang bermain-main dalam proses rehab rekon gempa harus ditindak tegas. ”Saya minta ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Khalik.

Dia juga berharap semua PPK kabupaten/kota, serta kepala BPBD dan perangkat desa merekap berbagai persoalan di lapangan. Siapapun yang terlibat melakukan penyimpangan, sepenuhnya akan diserahkan ke penegak hukum. ”Kita serahkan mereka kepada APH,” ujarnya.

Kata Khalik, BPBD sudah mengecek, dari 70 KK sebanyak 50 KK sudah tertangani, sisanya 20 KK sedang dibahas bersama untuk mencarikan solusinya. Mereka akan membahas secara khusus dengan BPBD Lombok Barat dan masyarakat. ”Seperti apa proses penyelesaiannya kita juga akan bahas dulu,” katanya.

Hingga saat ini, dari 178.602 KK penerima bantuan, yang sudah tertangani 175.032 KK. Kemudian rumah korban yang selesai dikerjakan 104.374 KK dan rumah dalam proses pengerjaan 70.658 KK.

Dalam proses rehab rekon, jumlah korban penerima bantuan berubah setelah dilakukan validasi data. Pada Januari 2019, SK penerima bantuan yang divalidasi sebanyak 222.530 KK, tapi setelah dilakukan validasi ulang ditemukan data namomali di masing-masing daerah. Antara lain, nama penerima bantuan ganda, NIK ganda, tidak memiliki NIK, hingga perubahan kategori kerusakan rumah. Seperti rusak ringan menjadi berat atau sedang, demikian sebaliknya.

Hasil validasi per September 2019, jumlah penerima bantuan yang berhak mendapatkan dana siap pakai (DSP) hanya 181.358 KK. Karena itu, ratusan miliar DSP ditarik kembali dari rekening masyarakat sebesar Rp 223,9 miliar. Dana itu disimpan di rekening BPBD Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram. ”Kabupaten yang lain sudah kosong (tidak ada sisa dana),” terangnya.

Khalik menegaskan, dana tersebut bukan dibiarkan mengendap, tetapi memang harus ditarik kembali karena dana anomali. ”Supaya LSM dan pemerhati tidak salah sangka, kok dana dibiarkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, masing-masing kabupaten juga sudah mengusulkan dana tambahan. Kota Mataram mengusulkan Rp 34,4 miliar, Lombok Tengah Rp 193,3 miliar, Lombok Barat Rp 147,4 miliar, Lombok Timur Rp 308,5 miliar, Lombok Utara Rp 909 miliar, dan Sumbawa Rp 90 miliar.

Dana yang ditarik dari rekening masyarakat karena anomali menungga hasil review final Inspeketur Utama BNPB, baru ditransfer kembali ke masyarakat korban gempa.

Kota Mataram sudah mulai mendistribusikan kembali ke rekening masyarakat penerima. Sementara Lombok Tengah masih menyesuaikan SK bupati dengan data lampiran yang dikirim ke BNPB. Pemda Lombok Barat masih menunggu hasil datafinal hasil review Irtama BNPB. ”KLU blum, karena finalnya validasi data anomali,” katanya.

Di KLU, masih ada beberapa kesalahan yang perlu perbaikan.Terutama terkait kebanaran administrasi kependudukan berupa KK dan NIK.Serta belum tuntasnya rekonsiliasi antara PPK BPBD KLU dengan BRI terhadap jumlah dana yang sudah tersalurkan. (arl/ili/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks