alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Praveen/Melati Juara French Open

PARIS-“Dia juga belum tentu menang. Daripada lu pasrah. Ya kan? Nanggung. Setengah set lagi, bisa bawa juara dua kali ya. Nanggung. Capek sekalian.”

Kalimat itulah yang diucapkan Praveen Jordan kepada pasangannya, Melati Daeva Oktavianti, pada interval game ketiga final French Open 2019 di Stade de Pierre Coubertin tadi malam. Omelan itu rupanya ampuh. Dalam kondisi leading 11-7, Melati mampu menjaga mental agar tidak down. Dia melanjutkan penampilan powerful-nya di depan net.

Benar saja. Dengan mentalitas prima, kombinasi smes Praveen dengan sambaran dan placing Melati yang cantik, mereka kembali mampu menumbangkan monster ganda campuran dunia: Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Praveen/Melati menang 20-22, 21-16, 21-12, dan meraih gelar kedua dalam dua pekan beruntun. Denmark Open, dan France Open. Top!

Hasil ini sekaligus jadi jawaban atas cibiran sebagian badminton lovers pekan lalu. Tepatnya ketika mereka menang atas Zheng/Huang di perempat final Denmark Open. Banyak yang mengira, saat itu Pramel–sebutan Praveen/Melati–menang karena sang lawan sedang tidak dalam kondisi terbaik.

“Tentunya kami sangat senang dengan hasil ini. Dua kemenangan ini merupakan ajang pembuktian kami, kalau kami bisa,” tutur Praveen seperti dikutip dari siaran pers PP PBSI. ”Ini juga pasti akan menambah kepercayaan diri kami ke depannya. Tapi tetap, perjalanan masih panjang dan kami tidak boleh cepat puas,” lanjut pemain 25 tahun tersebut.

Pasangan nomor 7 dunia itu sejatinya punya peluang untuk menang sejak game pertama. Mereka unggul 7-3, lalu mencapai interval duluan. Eh, di pertengahan game malah tersusul menjadi 15-20. Praveen/Melati kemudian merebut tiga poin langsung dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Namun, tetap saja kalah. Untung, mereka berhasil memperbaiki performa di dua game berikutnya.

“Seperti yang kami bilang kemarin, pasti ada kesempatan untuk menang dalam setiap pertandingan. Apalagi kalau sudah partai final, siapa yang lebih siap dia pasti bisa menang. Kuncinya kami tak mau lengah dan menyerah begitu saja,” papar Praveen.

“Kuncinya adalah komunikasi dan saling mendukung. Kami percaya satu sama lain dan tidak menyerah walau ketinggalan dulu,” timpal Melati.

Pembuktian. Itulah kuncinya. Tur Eropa benar-benar menjadi titik balik Praveen/Melati. Dari yang awalnya tidak pernah menang selama 1,5 tahun sejak dipasangkan pada Januari 2018. Sempat empat kali menembus final, tapi harus puas menjadi runner up. Kali terakhir mereka menjadi runner-up adalah di Japan Open 2019. Saat itu, mereka sudah begitu dekat dengan gelar. Tapi kalah oleh Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Lalu, masih segar dalam ingatan, Richard Mainaky murka pada Praveen. Gara-garanya, dia pulang larut malam ke asrama, dan besoknya bolos latihan. Richard sampai menjatuhkan SP2 alias peringatan kedua. Dia juga mengancam tidak memberangkatkan Pramel ke tur Eropa. Rupanya, ancaman itu benar-benar jadi pelecut buat Praveen.

Hal itu dia perlihatkan lewat penampilan superkeren tadi malam. Tidak seperti sebelumnya, dia jarang sekali membuat kesalahan sendiri. Smes geledeknya sulit dikembalikan, bahkan oleh Zheng. Servis flick dia sukses menipu pasangan nomor satu dunia itu sebanyak enam kali. Ini ditambah dengan sergapan-sergapan Melati yang sejak Denmark Open lalu semakin percaya diri.

Dengan kemenangan kemarin, mereka menyegel beberapa catatan. Antara lain, menjadi pasangan yang mampu mengalahkan Zheng/Huang dalam dua turnamen secara beruntun. Juga menjadi pasangan Indonesia kedua yang sukses merebut gelar Denmark Open dan French Open dalam satu musim kejuaraan. Sebelumnya, yang mampu melakukan itu adalah pasangan legendaris Markis Kido/Hendra Setiawan.

Nah, dengan tambahan 11.000 poin, Pramel juga mengunci satu spot di BWF World Tour Finals di Guangzhou, Desember mendatang. Mereka mengumpulkan 90.660 poin, tidak akan tergusur pasangan lain hingga akhir musim. (feb/na/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks