alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Investor Kereta Gantung Akan Ikut Jaga Rinjani

MATARAM-Pemprov NTB menyikapi dingin penolakan pembangunan kereta gantung di Rinjani. ”Ada saatnya kita sedang melihat respons masyarakat,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, sambil mengangguk-angguk, kemarin (18/1).

Dia mengaku tidak ingin berkomentar banyak saat ini. Pemerintah ingin lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat. ”Apa yang menjadi respons masyarakat bagus, jadi wacana diskusi,” katanya.

                Meski banyak pihak yang menolak, tapi menurutnya, banyak juga pihak yang mendukung. ”Yang mendukung banyak kan?” katanya.

                Pemerintah akan mengikuti wacana yang berkembang sehingga mendapatkan gambaran yang utuh. Ada yang menolak dan ada yang mendukung. ”Itu masukan sebagai sebuah pembelajaran,” katanya.

                Penolakan kereta gantung disuarakan pencinta lingkungan seperti Forum Rinjani Bagus dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB. Mereka menilai, pembangunan kereta gantung akan merusak kelestarian alam Rinjani.

                Terkait kekhawatiran itu, Gita justru memadang sebaliknya. Dengan pembangunan kereta gantung, investor akan menjaga kebersihan dan kelestarian alam Gunung Rinjani. ”Karena keasrian dan alam yang hijau itulah jadi jualan mereka,” kata Gita sebelumnya.

                Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom memastikan, pembanguan kereta gantung tidak akan masuk kawasan inti Taman Nasional Gunung Rinjani. ”Pemberhentian di kawasan hutan lindung bukan di pelawangan barat,” tegasnya.

                Jarak antara lokasi pemberhentian dengan pelawangan barat masih jauh, antara 3-4 jam. ”Pelawangan Barat itu zona inti TNGR,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks