alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Program Zero Waste Belum Membumi

MATARAM-Program zero waste untuk pengelolaan sampah belum membumi. Pemprov masih berjalan sendiri. Pemerintah kabupaten/kota yang punya otoritas wilayah belum bergerak.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB Murdani menilai, pemprov tidak akan maksimal mengelola sampah bila tidak didukung pemerintah kabupaten/kota. Sekeras apapun upaya yang dilakukan, tak akan ada artinya, jika pemerintah kabupaten/kota santai-santai.

”Saya melihat sejauh ini hanya pemprov saja yang bergerak,” katanya, di arena Car Free Day (CFD) Jalan Udayana, kemarin (29/9).

Di samping itu, pola penanganan sampah juga kurang efektif. Program bank sampah bagus, tetapi itu sebaiknya dijalankan tiap kabupaten/kota. Pemprov selaku pemerintah tingkat satu memfasilitasi daerah membuat inovsi program pengelolaan sampah. Daerah yang paling bagus inovasinya diberikan penghargaan.

”Berikan insentif, sehingga mereka akan berlomba membuat program,” sarannya.

Dengan mendorong 10 kabupaten/kota membuat program penanganan sampah. Dia yakin program zero waste bisa sukses. Artinya harus ada pembagian tugas yang jelas antara pemprov dengan pemkab, sehingga tidak tumpang tindih. ”Pemerintah provinsi jangan terjebak melakukan hal-hal yang kecil,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Mandani Mukarom menjelaskan, program penanganan sampah jelas melibatkan pekab dan pemkot. Gubernur dan wakil gubernur telah berkeliling ke semua daerah.

Semua kepala daerah menyatakan sanggup dan mendukung program zero waste. Setiap desa didorong membuat bank sampah.

Pemprov terus mengkampayekan lingkungan asri dan lestari melalui program zero waste keseluruh penjuru. Pembentukan bank sampah di sejumlah desa merupakan salah satu bentuk dukungan daerah. Bahkan bank sampah kini mulai dijadikan inovasi dalam pembangunan desa.

Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri peresmian Bank Sampah PKH Al-Fadhillah, di desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Itu salah satu bentuk partisipasi masyarakat.

”Program pemerintah tidak akan menampakkan hasil, jika tidak didukung masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Aikmel Timur Rasidi mengaku, dia sangat terbantu dengan bank sampah didesanya. Mereka sudah mengalokasikan dana desa sebesar Rp 200 juta untuk biaya operasional bank sampah.

Sejauh ini, beberapa desa di NTB sudah mulai memanfaatkan sampah sebagai program inovasi mereka. Salah satunya adalah desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Desa itu sudah memiliki bank sampah dan mengajak warga mengelola sampah. Bank sampah diberi nama bank sampah inges,memiliki makna indah nyaman gemilang bersih sejahtera.

Selain itu, di Desa Dasan Lekong, mereka membuat Peraturan Desa (perdes) tentang Pengelolaan Sampah. Kemudian dia mengalokasikan dana sekitar Rp300 juta untuk operasional bank sampah. Itu semua bentuk partisipasi masyarakat dalam penanganan sampah. (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks