alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Ayo, Sama-sama Jaga Mataram!

MATARAM-Papua kembali mencekam. Setelah kerusuhan di Manokwari, hal serupa terjadi di Jayapura. Massa yang mengikuti unjuk rasa merusak sejumlah fasilitas umum. Membuat wilayah tersebut sempat lumpuh. Pemkot Mataram mengantisipasi hal serupa terjadi di NTB.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengimbau masyarakat untuk jangan mudah terpancing dan terprovokasi pada hasutan atau ajakan yang bersifat destruktif. “Mari sama-sama menjaga kondusivitas daerah,” tegasnya, saat ditemui di kantor wali Kota Mataram, kemarin (30/8).

Selain fokus ke warga kota, pria yang akrab disapa Aweng ini juga mengarahkan perhatiannya, bagi warga Papua yang tinggal di Kota Mataram. Dia menjamin bahwa kondisi kota dalam keadaan baik-baik saja. Ia juga mengimbau pada warga Papua untuk tetap beraktivitas seperti biasa. “Pemkot akan menjamin keamanana mereka (warga Papua),” tegasnya.

Aweng sangat percaya, warga Kota Mataram menganggap warga Papua adalah saudaranya. Karena itulah, ia mengajak semua pihak untuk menjaga harmonisasi. Sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memang sejauh ini, belum ada reaksi negatif terhadap keberadaan warga Papua di Kota Mataram. Namun, Pemkot Mataram tetap meningkatkan kewaspadaan. Memantau pergerakkan bila ada oknum-oknum yang memanfaatkan kerusuhan di Papua untuk menciptakan kondisi serupa di ibu kota NTB.

“Kami tetap waspada, itu sudah memang tugas pemerintah,” ujarnya.

Karena itu, bila ada pergerakkan atau aktivitas mencurigakan, seperti menghasut atau menebarkan ujaran kebencian dari oknum-oknum tertentu, masyarakat diminta untuk melaporkan ke pemerintah. Dari tingkat lingkungan hingga ke kepala daerah.

Disisi lain, Aweng juga meminta masyarakat Kota Mataram agar bijak dan cerdas melihat perkembangan pemberitaan di media sosial. Sebelum membagikan berita di platform mana saja, harus check and balance. Jangan karena ada pemberitaan yang tidak bisa dijamin kebenarannya, kemudian menyebabkan harmoni di antara warga masyarakat terganggu.

“Mari kita tangkal hoax ini bersama-sama, kita tidak ingin hubungan warga yang sudah baik ini terkoyak akibat pemberitaan yang tidak tahu kebenarannya,” tandas Aweng. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks