Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikuti Jejak Cucu, Seorang Kakek di Telagawaru Labuapi Nekat Gantung Diri

Galih Mega Putra S • Senin, 12 Agustus 2024 | 09:42 WIB
BUNUH DIRI: Amat, salah satu warga Dusun Telagawaru, Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi diduga bunuh diri dengan menggantungkan lehernya di ranting pohon, kemarin.(DOK. LOMBOK POST)
BUNUH DIRI: Amat, salah satu warga Dusun Telagawaru, Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi diduga bunuh diri dengan menggantungkan lehernya di ranting pohon, kemarin.(DOK. LOMBOK POST)

LombokPost-Dua kasus bunuh diri (bundir) terjadi di Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat dalam kurun waktu tiga hari.

Kali ini, Amat, 60 tahun, ditemukan tak bernyawa setelah tergantung di sebuah ranting pohon, Minggu (11/8).

"Kami masih melakukan penyelidikan, tapi untuk info awal bunuh diri," jelas Kapolsek Labuapi Iptu I Made Dwi Putrayasa kepada Lombok Post, Minggu.

Korban kali pertama ditemukan warga sekitar Pukul 14.30 Wita.

Saat itu, warga kaget karena melihat sosok manusia tergantung di pohon sehingga melaporkan kejadian ini ke Polsek Labuapi.

"Hasil lengkap penyebab kematian kami menunggu hasil permintaan visum," jelas mantan Kapolsek KP3 Bima tersebut.

Putrayasa mengungkapkan, korban yang meninggal kemarin merupakan kakek dari korban yang sebelumnya ditemukan tak bernyawa dengan cara bunuh diri.

"Betul, korban sekarang ini kakek dari warga yang tiga hari lalu juga ditemukan gantung diri," jelas kapolsek.

Bundir ini membuat warga heboh karena satu keluarga mengakhiri hidup dengan cara yang sama dalam sepekan.

"Kalau yang bunuh diri tiga hari lalu, saya lupa namanya. Tapi usianya masih 19 tahun. Baru tamat SMK," bebernya. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#bundir