Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

WNA India Tewas Mengapung di Perairan Gili Trawangan

Galih Mega Putra S • Rabu, 21 Agustus 2024 | 13:10 WIB
TAK BERNYAWA: Seorang WNA asal India ditemukan meninggal dunia mengapung di perairan Gili Trawangan, Senin (19/8) sore.(DOK POLRES LOTARA)
TAK BERNYAWA: Seorang WNA asal India ditemukan meninggal dunia mengapung di perairan Gili Trawangan, Senin (19/8) sore.(DOK POLRES LOTARA)

LombokPost-Warga Negara Asing ( WNA) Prtayush Saxena, 34 tahun ditemukan tak bernyawa di perairan Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang,  Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Dia tewas dalam kondisi terapung, Senin sore (19/8).

Korban ditemukan mengapung di depan Klinik Warna Medical Center sekitar pukul 15.00 Wita.

"Korban ditemukan oleh saksi pada saat Bakri dan Lukman baru pulang dari trip," kata Kapolsubsektor Gili Indah Ipda Mahardika, Selasa (20/8).

Mereka melihat ada orang yang terapung dan langsung mengevakuasi korban ke pinggir pantai untuk diperiksa lebih lanjut ke Klinik Warna.

Tim medis klinik memberikan pertolongan pertama.

"Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban  dinyatakan telah meninggal dunia," ungkap dia.

Selanjutnya, anggota Polsubsektor Gili Indah bersama warga melakukan pencarian identitas dan tempat korban menginap.

Korban bersama istrinya diketahui menginap di salah satu penginapan di Gili Trawangan.

”Kami langsung mengajak istri korban ke klinik Warna Medika untuk melihat kondisi suaminya di sana,” katanya.

Kepolisian dibantu warga akhirnya mengevakuasi korban untuk dibawa ke Bangsal menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Di sana  dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Korban diduga meninggal saat melakukan snorkeling di area pantai Gili Trawangan," terang Mahardika.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di pantai agar berhati-hati, mengingat cuaca sekarang ini tidak menentu.

"Diperlukan pemantauan dan komunikasi yang baik dan jangan melakukan aktivitas di laut sendirian," pungkasnya. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#wna #india