alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Lagi, Dua Anak Diduga Tertular Hepatitis Akut

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan ada tambahan dua pasien pending classification hepatitis akut. Mereka berasal dari Banten dan Sulawesi Selatan. Selain itu, ada satu pasien yang sudah dirawat selama 14 hari yang juga positif Covid-19.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril kemarin (24/5) menyatakan, dua pasien baru di Banten dan Sulawesi Selatan itu menunjukkan hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT di atas 1.000. Itu merupakan salah satu indikasi yang patut dicurigai. Pada pasien dari Banten, ada gejala demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, dan terdapat ruam. ”Nunggu hasil tes hepatitis E,” katanya.

Sedangkan pasien dari Sulawesi yang berusia sekitar 8 tahun masih diidentifikasi lebih lanjut. Yang dilakukan adalah pemeriksaan hepatitis A hingga E. Saat ini sudah ada sepuluh rumah sakit rujukan yang memiliki reagen untuk pemeriksaan hepatitis E. ”Sebelumnya pemeriksaan hanya bisa di PMI untuk keperluan donor darah,” ujarnya.

Baca Juga :  Deretan Jenis Termometer yang Cocok untuk Anak, Aman dan Mudah Digunakan

Lebih lanjut, Syahril menjelaskan, ada juga pasien yang terinfeksi Covid-19. Anak laki-laki tersebut berasal dari Jambi. Bocah 8 tahun itu sudah 14 hari dirawat. ”Hasil skrining Covid-19 saat masuk rumah sakit pada 11 Mei menunjukkan positif Covid-19,” ungkapnya. Untuk saat ini, kondisinya tergolong sedang dan memiliki komorbid pengobatan TB dan MISC atau peradangan multiorgan yang biasa diderita anak-anak.

Syahril mengatakan, pemerintah mulanya mendapat laporan 34 kasus yang memiliki gejala hepatitis akut. Lalu, dilakukan serangkaian investigasi. Hasilnya, ada 15 pasien yang masih berstatus pending classification atau menunggu penyelidikan. Selain itu, ada satu orang pasien dari DKI Jakarta yang berstatus probable. Pasien probable ini sudah menjalani pemeriksaan hepatitis A dan E. ”Sekarang menunggu keputusan WHO,” ucapnya.

Untuk penanganan, Kemenkes telah menerbitkan surat keputusan Dirjen layanan kesehatan terkait tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya. Dalam surat itu disebutkan, ada 19 rumah sakit yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan jika ada anak usia 0 hingga 16 tahun yang memiliki gejala serupa hepatitis akut.

Baca Juga :  Kemenkes Sebut Satu Anak NTB Masuk Pending Classification Hepatitis Akut

Dari sisi investigasi, Kemenkes harus cekatan. Sebab, ada dua kasus pending classification yang terdaftar sejak 8 hingga 14 Mei. Bahkan, satu pasien juga masih dinyatakan pending classification sejak terdaftar pada rentang 1 hingga 7 Mei. Syahril menyebutkan, ada kendala investigasi pada pasien yang sudah meninggal. ”Kasus ini tinggal investigasi hepatitis E. Minggu depan mudah-mudahan sudah diketahui,” harapnya.

Secara global, kasus hepatitis akut ini dilaporkan bergejala pada 600-an anak. Syahril menerangkan, Inggris dan Amerika melaporkan 68 persen kasus terdapat adenovirus. Virus ini sebenarnya menyebabkan permasalahan pada saluran pencernaan. Meski demikian, penyebab utamanya masih diselidiki. (jpg)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/