alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Seberapa Pentingkah Membuat Asuransi Gigi?

Mulut adalah salah satu bagian tubuh yang paling banyak mengandung bakteri. Perlu perawatan ekstra untuk merawat dan menjaga kebersihannya. Sayangnya masih banyak yang belum mengetahui cara merawat kebersihan mulut dengan baik dan benar. Banyak yang sering menyepelekan hal ini. Padahal kalau tidak dibersihkan, akan menyebabkan masalah pada mulut. Bagian yang paling sering terkena dampaknya adalah gigi.

Seringkali orang merasa malas atau lupa untuk menggosok gigi. Tak heran kalau 70 persen orang Indonesia pernah mengalami masalah pada giginya. Masalah pada gigi tidak bisa diobati sembarangan. Butuh perawatan khusus tersendiri dari dokter gigi. Itupun harus dokter gigi yang berpengalaman.

Banyak yang sering mengabaikan rasa sakit pada gigi. Padahal sakit gigi bukan perkara yang bisa dianggap remeh. Akibat terburuk dari sakit gigi adalah kematian. Saat ini ada beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi gigi. Sayangnya di Indonesia, masih jarang yang mengikuti asuransi ini. Padahal asuransi gigi sangat berguna, terutama untuk kamu yang punya masalah pada gigi. Apa saja itu? Yuk simak!

  1. Meringankan beban biaya

Perawatan gigi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan dibanding anggota tubuh lain, perawatan gigi termasuk yang paling mahal. Apalagi kalau yang dilakukan adalah perawatan rutin. Engga terbayang berapa besar biaya yang harus dikeluarkan. Mengingat biaya tersebut hanya dikeluarkan untuk gigi, belum untuk anggota tubuh lain.

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya biaya yang dikeluarkan.

  • Alat dan bahan material yang menunjang perawatan pasien yang tidak murah. Untuk membeli kursinya saja menghabiskan uang yang bisa buat kamu menelan ludah. Ada pula berbagai bahan material yang harus dibeli dari luar negeri. Biasanya karena bahan tersebut tidak diproduksi di dalam negeri. Memang pada dasarnya tidak ada alat kedokteran yang murah.
  • Sulitnya kasus yang dialami pasien. Kebanyakan pasien dokter gigi mengalami permasalahan gigi berlubang (karies). Kalau masih tahap awal, biasanya tidak akan sulit ditangani. Namun kalau sudah parah,bahkan hingga membusuk, tentu butuh penanganan khusus.
  • Rumitnya pekerjaan yang dilakukan dokter gigi. Perlu kalian ketahui, pekerjaan dokter gigi bukan hanya sekadar mendengar dan menulis resep saja, loh. Untuk membuat diagnose setepat mungkin, mereka harus memeriksa seluruh bagian rongga mulut pasien. Maka tak heran kalau untuk perawatan satu orang pasien bisa memakan waku sampai 30 menit. Belum lagi saat mengobati pasien, seperti menambal gigi. Butuh ketelitian super agar mendapat hasil yang tepat.
  1. Risiko kematian

Percaya atau tidak, ternyata sakit gigi memiliki risiko kematian juga. Kematian karena sakit gigi tidak bisa dianggap remeh. Korbannya juga tidak sedikit. Mulai dari masyarakat biasa hingga public figure tercatat meninggal dunia akibat sakit gigi yang tidak dirawat. Kebanyakan mereka tidak mengobati sakitnya karena tidak adanya biaya.

Kematian bisa disebabkan karena infeksi yang diakibatkan oleh bakteri yang memproduksi asam. Asam tersebut menggerogoti gigi dan menyebabkan lubang pada gigi. Biasanya penderita akan mengabaikan lubang pada gigi tersebut. Hal ini menyebabkan lapisan pulp terinfeksi dan membentuk asbes di sekitar tulang gigi.

Asbes yang tidak diobati itu akan menyebar dan mengakibatkan infeksi jaringan. Infeksi ini menyebabkan sesak napas, sulit menelan, dan yang terburuk adalah kematian. Selain itu, gigi berlubang juga dapat meningkatkan risiko sakit jantung.

Itulah alasan-alasan penting yang membuatmu harus memiliki asuransi gigi. Sakit gigi bukan hal yang bisa dianggap remeh. Semakin lama diabaikan, makin besar pula kemungkinan terburuk akan menghampiri. Namun, dengan biaya perawatan yang semakin mahal, tak heran kalau banyak yang mengurungkan niat untuk berobat. Walau mungkin mereka sudah tahu akibat dari penundaan tersebut.

Meski belum populer di Indonesia, saat ini sudah ada banyak perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi gigi. Sebelum mendaftarkan gigimu ke perusahaan asuransi, baiknya ketahui dulu jenis perawatan yang ditawarkan. Ada asuransi gigi perawatan dasar (basic care), Asuransi gigi perawatan kompleks (major care), dan terakhir adalah asuransi pemasangan gigi palsu.

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks