Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sering Nyeri Lutut saat Lari? Dokter Ungkap Bukan karena Radang Sendi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Marthadi • Kamis, 6 November 2025 | 14:50 WIB

Ilustrasi orang nyeri lutut. (Westside Pain Specialists)
Ilustrasi orang nyeri lutut. (Westside Pain Specialists)
LombokPost - Nyeri lutut sering kali menjadi keluhan para pelari, namun ternyata penyebabnya bukanlah arthritis atau radang sendi seperti yang banyak dikira.

Sejumlah penelitian menunjukkan, aktivitas lari secara teratur justru dapat memperkuat sendi dan melindungi dari risiko osteoarthritis di kemudian hari.

“Banyak orang bertanya, ‘Bagaimana kamu bisa tetap berlari? Bukankah itu bisa merusak lutut?’” ujar Dr. Steven Mayer, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Northwestern Medicine Orthopaedics.

“Penelitian terbaru justru membuktikan sebaliknya, lari dapat melindungi lutut dari risiko arthritis.”

Menurut Dr. Mayer, penyebab nyeri lutut pada pelari umumnya disebabkan oleh dua hal: iliotibial band syndrome (ITBS) dan patellofemoral pain syndrome (PFPS) atau yang dikenal sebagai runner’s knee.

Dua Penyebab Utama Nyeri Lutut Pelari

1. Iliotibial Band Syndrome (ITBS)
Nyeri biasanya terasa di sisi luar lutut dan dapat menjalar ke paha atau pinggul. Dr. Jeffrey Senall, dokter bedah ortopedi di Northwestern Medicine Orthopaedics, menjelaskan bahwa iliotibial band adalah jaringan mirip tendon yang membantu rotasi pinggul dan menstabilkan lutut.

“Hampir semua kasus ITBS bisa sembuh dengan terapi fisik ringan satu hingga dua kali per minggu disertai latihan penguatan otot,” jelas Dr. Senall.

“Pelatih lari juga bisa membantu memperbaiki teknik lari untuk mengurangi tekanan pada lutut.” Operasi jarang diperlukan.

2. Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS)
Pada kondisi ini, nyeri muncul di bagian depan lutut dan sering datang tiba-tiba. “Ini dikenal sebagai runner’s knee dan berhubungan dengan mekanisme pergerakan tempurung lutut,” jelas Dr. Mayer.

PFPS disebabkan oleh ketidaksejajaran tempurung lutut dengan alur sendi akibat kelemahan otot paha depan (quadriceps) atau belakang (hamstring). Kondisi ini juga umumnya dapat ditangani dengan terapi fisik dan penggunaan alas kaki penopang (orthotic insert).

Waspadai Nyeri Sejak Dini

Baik Dr. Mayer maupun Dr. Senall mengingatkan agar para pelari tidak menyepelekan nyeri lutut sekecil apa pun. “Menangani nyeri sejak dini dapat mencegah cedera lebih berat dan mempercepat pemulihan,” tegas Dr. Mayer. (*)

Editor : Marthadi
#fisioterapi #cedera pelari #ortopedi #nyeri lutut #runner knee